a quiet corner for thoughts, dreams, and little pieces of me.
Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Home, in the Shape of a Woman
| Pic cr. to pinterest |
Balik lagi, membicarakan sosok ini agaknya nggak bisa gue selesaikan hanya lewat satu buah judul utuh di blog, karena kalau boleh sedikit hiperbolis, kayaknya gue bisa menulis satu buku tebal yang berisikan tentang cerita-cerita milik kami yang nggak pernah ingin gue habiskan. Seseorang ini beyond dari kata istimewa yang ada di kamus, kalau ada kata selain istimewa agaknya bisa gue alamatkan untuk mendeskripsikan dia.
Sosok ini nggak pernah absen untuk merayakan semua hari dalam hidup gue. Mungkin bagi sebagian orang hal ini terdengar biasa-biasa aja, tapi bagi gue hal ini berarti segalanya. Gue bersyukur setiap bangun tidur masih diberi kesempatan untuk bisa melihat wajahnya, mendengar suaranya, dan merasakan masakannya yang nggak pernah gagal di lidah gue. Bagi orang lain, profesinya terlihat sama sekali nggak istimewa. Tapi bagi gue, profesinya adalah yang paling mulia dari semua pekerjaan di muka bumi ini. Gue nggak pandai bertutur kata dengan apik untuk menggambarkan betapa besar perjuangannya sampai hari ini, maka dari itu mungkin tulisan ini bisa lebih baik daripada tutur bahasa gue saat berucap.
Ummi, begitu gue memanggilnya.
Setiap hari yang gue lalui bersama ummi berarti perjalanan yang benar-benar nggak ingin gue habiskan. Kalau bisa serakah, gue ingin hidup bersama dengan ummi sampai selama-lamanya. Kalau bisa diberi kesempatan untuk kembali memilih, gue akan tetap memilih untuk lahir sebagai anak ummi. Beliau adalah hal terbaik yang pernah ada dalam hidup gue. Mungkin terkadang ada sikapnya yang nggak sempurna, tapi justru ketidaksempurnaan itu yang bikin ummi selalu terasa istimewa buat gue.
Ummi selalu memastikan seisi rumah terasa hidup setiap hari. Ummi selalu memastikan semua orang baik-baik aja, sekali pun dirinya sendiri belum tentu baik-baik aja. Ummi selalu memastikan anak-anaknya punya tangki cinta yang penuh dari seorang ibu. Ummi juga selalu ingin dekat dengan anak-anaknya untuk membayar penyesalannya dulu yang nggak punya banyak waktu bersama orang tuanya.
Dulunya, ummi juga sama seperti gue. Beliau cuma anak perempuan sama seperti gue, yang juga punya cita-cita, punya impian, dan punya kehidupan yang dia impikan setiap hari. Sampai sekarang gue pun sering takjub melihat bagaimana hebatnya ummi menjadi seorang ibu, seolah beliau pernah masuk ke sekolah khusus yang mengajarkan bagaimana cara menjadi seorang ibu sehebat ini. Tau nggak bagian paling kerennya lagi apa? Beliau nggak cuma bisa jadi sosok ibu buat anak-anaknya di rumah, tapi juga jadi sosok ibu buat anak orang lain. Gue selalu ingat bagaimana teman-teman gue yang juga ikut takjub melihat cara ummi berkomunikasi dengan kami juga dengan mereka. Too good to be true.
Kalau ada yang bertanya tentang apa keinginan terbesar gue dalam hidup ini maka jawabannya nggak akan jauh dari keinginan gue untuk membahagiakan ummi. Gue ingin semua hal baik yang ada di dunia ini jadi punya ummi... gue ingin ummi selalu dapet yang terbaik. Gue nggak mau ummi sakit, sekali pun gue nggak pandai untuk mengekspresikan bentuk kekhawatiran dengan cara yang benar, tapi gue berharap ummi selalu sehat dan merasakan hal-hal yang baik di hidup ini. Gue ingin rumah kami selalu terasa penuh dan ramai karena kehadiran ummi. Gue ingin ummi selalu ada dan ikut merayakan hari-hari besar lainnya dalam hidup gue.
Mungkin bagi sebagian orang yang dilakukan ummi sampai hari ini bukan hal istimewa. Ummi bukan wanita karier yang bekerja seharian di luar rumah. Ummi juga bukan wanita yang sibuk mengejar studi hingga mendapatkan gelar doktor. Ummi juga bukan wanita yang memaksakan anak-anaknya menjadi "orang besar" untuk bisa bahagia.
Ummi hanya seseorang yang selalu hadir.
Ummi selalu hadir saat kami sedang berada di titik terendah.
Ummi selalu hadir saat kami sedang merayakan hari-hari terbaik.
Ummi selalu hadir untuk menggapai tangan kami, ketika nggak ada siapa pun yang menolong kami.
Ummi selalu hadir, hadirnya selalu cukup, nggak pernah berlebihan... tapi selalu cukup.
Kalau harus dibandingkan dengan sosok-sosok hebat di luar sana, maka jawabannya nggak ada. Nggak ada siapa pun yang bisa dibandingkan dengan ummi. Nggak ada siapa pun yang bisa menggantikan sosok ummi.
Last but not least, tulisan ini akan gue akhiri dengan sebuah ucapan terima kasih yang nggak berujung untuk ummi. Terima kasih karena selalu hadir untuk membuat tangki cinta kami penuh setiap hari. Terima kasih karena selalu mendekap di saat terkadang dunia nggak berpihak pada kami. Dan terima kasih karena selalu membuat rumah kami terasa riuh dan ramai.
Postingan Populer
Maybe This Is What Living Feels Like
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
(ENG) Redefining Happiness: Finding Peace Beyond Validation
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar