Unggulan

Hi, I'm Back!

Pic cr. to pinterest

Wah... it's been a while. Lagi-lagi, di tahun ini belum bisa menepati janji kepada diri sendiri untuk menulis dengan lebih konsisten. But anyway, dalam rentang waktu beberapa bulan kebelakang banyak hal yang terjadi dalam hidup aku, yang membuatku nggak pernah berhenti melangitkan syukur karena menyadari betapa baiknya Allah SWT kepadaku.

Sore ini, aku sedang duduk di kamar kosan, setelah hampir seharian berkutat dengan pekerjaan baruku di kantor, di hari weekend, dan aku merasa perlu untuk membagikan segala hal yang sedang memenuhi pikiranku.

Iya, akhirnya setelah beberapa bulan aku beristirahat dari hiruk pikuk pekerjaan, kini aku kembali menjadi karyawan di salah satu perusahaan yang nggak pernah aku sangka akan menjadi tempat perjalanan karierku berikutnya. Terdengar mustahil pada awalnya, tetapi begitu lah adanya. Yang terlihat mustahil di mata manusia, nggak pernah mustahil untuk Allah SWT.

Aku pun merasakan segala kasih sayang Allah padaku sampai hari ini. Rasanya, nggak akan cukup bagiku untuk menceritakannya dalam satu judul, karena segala kasih sayang itu terus melimpahi diriku setiap harinya. And I'm really grateful for that.

Hal baru lainnya yang aku rasakan sekarang adalah kini aku menjadi anak rantau. Jauh dari orang tua. Jauh dari keluarga. Jauh dari teman-teman di kota tempatku lahir. Sedih? Tentu. Namun, aku pernah mendengar suatu kutipan yang mengatakan setidaknya sekali seumur hidup kita harus merasakan hidup merantau, karena dengan merantau akan ada banyak sekali hal-hal yang nggak pernah kita bayangkan akan kita lalui.

Sebetulnya tidak terlalu ada banyak hal yang berubah dari rutinitasku. Karena di momen-momen setelah resign sebelumnya aku tetap beraktivitas selayaknya aku sedang "bekerja". Hanya saja rutinitasnya mungkin bisa berubah-ubah setiap harinya, tetapi aku selalu memasang mindset bahwa yang aku lakukan itu adalah bagian di mana aku sedang "bekerja". Sekarang, aku hanya menggantikan rutinitas beragamku itu dengan benar-benar menjadi seorang pekerja yang memiliki rutinitas tetap setiap harinya.

Nggak bisa dipungkiri, setelah 2 minggu menjadi anak rantau yang benar-benar "merantau", aku sudah mulai belajar banyak sekali hal yang membuatku sadar bahwa dunia ini nggak cuma berputar di sekeliling kita aja. Dunia yang aku kenal kini semakin terlihat sangaaaat luas. Setiap hari selalu ada cerita baru yang bikin aku geleng-geleng kepala, in a good way of course, hanya hal-hal tersebut memang nggak akan pernah aku rasakan jika aku masih tinggal bersama orang tua di rumah.

Bagian paling menyedihkan yang masih membuatku tidak terbiasa adalah berangkat kerja tanpa memeluk ummi dan abi, tanpa lambaian tangan ummi yang menunggu motorku hingga hilang dari pandangannya. Rindu? Sangat. Justru bagian itu yang paling berat untukku. Pulang tanpa ada yang menyambut dan tanpa ada telinga yang siap mendengar ribuan cerita yang siap untuk aku utarakan. Kali ini, aku harus terbiasa membuka pintu gerbang sendiri. Terbiasa pulang dengan lampu yang mati. Terbiasa bangun dari tidur tanpa ada seorang pun yang mengucapkan selamat pagi.

Tidak apa-apa.

Ini hanya fase dari sebagian perjalanan yang harus aku lewati.

Aku akan baik-baik saja.

Semua orang pernah melewatinya.

Lagi-lagi, ini adalah bagian perjalanan yang membuatku nggak pernah berhenti bersyukur setiap hari.

Satu hal yang juga ingin terus aku ingat dalam hati dan pikiranku bahwa Allah selalu sangat baik kepadaku, Allah selalu ada buatku, dan Allah selalu dengar semua inginku.

Aku pun berharap semua orang bisa percaya kalau pertolongan Allah itu selalu sangat dekat dengan kita.

Selalu.

Baiklah, mungkin sedikit dulu yang bisa aku bagi hari ini. Besok, cerita lain sedang menantiku yang tentu saja akan aku sambut dengan hati seluas-luasnya.

Tetap sehat dan bahagia ya, diriku.

Tetap sabar menyiram bunga-bunga nan indah yang ada di taman kecilmu.

Komentar

Postingan Populer