A reflection before turning twenty-four.
 |
| Pic cr. to pinterest |
Dua bulan menuju akhir tahun. Dan nggak sampai dua bulan lagi menuju ulang tahun gue yang ke-24! Hahahaha. Rasanya kayak baru kemarin gue ulang tahun ke-17 dan dapet KTP, sekarang tiba-tiba udah mau 24 tahun.
Begitulah kira-kira gambaran hidup kita, teman-teman. Dunia nggak akan menunggu. Dunia akan tetap berjalan. Dan mirisnya, kadang kita nggak sempat untuk berhenti, karena setiap hari rasanya kayak dikejar-kejar sama sesuatu yang kita sendiri nggak tau itu apa.
Tapi kabar baiknya adalah... semua waktu di dunia ini punya kita.
Emang terkadang rasanya kayak terburu-buru banget, kita kayak lagi lari kenceng... dan nggak tau gimana caranya buat berhenti. Padahal nggak tau juga apa yang lagi dikejar.
Menuju hari lahir gue yang ke-24, gue ingin mengingatkan diri sendiri kalau hidup ini punya gue. Nggak ada kompetisi yang lagi gue ikuti dan nggak ada medali yang harus gue raih. Di saat semua orang lagi berlomba-lomba untuk cepet kaya, cepet sukses, cepet nikah, cepet punya anak, cepet naik karier, gue cuma ingin... hidup. Karena gue tau, kalau gue hidup dengan terburu-buru lagi seperti dulu, gue berakhir kehilangan diri sendiri, dan gue berakhir kehilangan hidup gue. Saat ini, gue cuma memimpikan untuk hidup bahagia dengan memaknai setiap hari sebaik-baiknya.
"Tapi, untuk hidup bahagia kan juga butuh duit."
Iya, hidup emang butuh duit. Semua manusia seneng sama duit, gue pun juga seperti itu. Tapi duit yang gue punya sekarang udah cukup. Gue nggak merasa kekurangan sama sekali. Allah selalu cukupi hidup gue dan nggak pernah terbesit ketakutan dalam benak gue kalau Allah akan biarin gue gitu aja.
Setiap orang hidup dengan rezekinya masing-masing and I really shouldn't worry too much.
Kalau makna bahagia cuma diukur pakai duit, terus gimana dengan orang yang nggak punya duit? Mereka nggak berhak bahagia dong? Kan katanya yang bisa hidup bahagia cuma orang-orang dengan kelimpahan duit, lantas orang yang hidupnya nggak bergelimang harta jadi nangis terus?
Nggak sama sekali.
Kadang justru orang yang punya cukup harta (dalam standar mereka) malah yang bisa hidup dengan lebih bahagia. Kenapa? Karena orientasi hidup yang mereka miliki nggak cuma soal duit, duit, dan duit. Ada makna hidup lain yang bisa membuat mereka nemuin kebahagiaan kecil di hidup ini.
Jadi, jangan khawatir.
Selama kita udah cukup berusaha, cukup memperjuangkan apa yang kita mau, dan berdoa sebanyak-banyaknya, rasanya udah nggak ada sesuatu apa pun yang perlu kita khawatirin. Karena, kita punya Allah.
Allah tau sesuatu yang nggak kita ketahui. Allah lihat sesuatu yang nggak kita lihat.
Sama halnya kayak rezeki.
Ibarat kata rezeki kita kayak bunga yang masih berbentuk biji pada awalnya. Tiap hari kita siram, kita kasih pupuk, kita taruh di bawah sinar matahari, dan pada akhirnya bunga itu akan mekar di waktu yang tepat. Di saat itu, kita bakal lupa berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menunggu bunga itu mekar, karena perasaan menunggu itu nggak ada apa-apanya dibandingkan bisa melihat bunga itu mekar dengan cantik.
Don't worry... kita cuma sedang disiapkan.
And we're going to blooming soon!
Komentar
Posting Komentar