Langsung ke konten utama

Unggulan

Hi, I'm Back!

Pic cr. to pinterest Wah... it's been a while. Lagi-lagi, di tahun ini belum bisa menepati janji kepada diri sendiri untuk menulis dengan lebih konsisten. But anyway, dalam rentang waktu beberapa bulan kebelakang banyak hal yang terjadi dalam hidup aku, yang membuatku nggak pernah berhenti melangitkan syukur karena menyadari betapa baiknya Allah SWT kepadaku. Sore ini, aku sedang duduk di kamar kosan, setelah hampir seharian berkutat dengan pekerjaan baruku di kantor, di hari weekend,  dan aku merasa perlu untuk membagikan segala hal yang sedang memenuhi pikiranku. Iya, akhirnya setelah beberapa bulan aku beristirahat dari hiruk pikuk pekerjaan, kini aku kembali menjadi karyawan di salah satu perusahaan yang nggak pernah aku sangka akan menjadi tempat perjalanan karierku berikutnya. Terdengar mustahil pada awalnya, tetapi begitu lah adanya. Yang terlihat mustahil di mata manusia, nggak pernah mustahil untuk Allah SWT. Aku pun merasakan segala kasih sayang Allah padaku sampai hari i...

Hello, November

Pic cr. to pinterest

Good morning and welcome to Novemberalso happy weekend all!

Akhirnya, sampai juga kita di 2 bulan terakhir menuju penghujung tahun 2025. Lagi-lagi, time flies really fast, kayak baru kemarin awal tahun... dan sekarang kita udah "dipaksa" untuk bertemu kembali dengan awal tahun yang baru.

Dalam tulisan kali ini, sedikit banyak gue ingin merefleksikan apa aja yang kiranya udah gue dapat di bulan lalubulan Oktober, dan apa yang ingin gue perbaiki di bulan ini. Bulan Oktober kalau di sekolah biasanya jadi bulan seni, kayak dulu waktu SMA di sekolah gue ada yang namanya bulan bahasa atau mungkin ada pekan seni juga di sekolah lain, intinya, bulan Oktober jadi waktu di mana banyak anak kelas yang ambil dispen. 

Kalau bulan Oktober identik dengan bulan seni, buat gue bulan Oktober kemarin jadi bulan penuh pembelajaran. Setiap hari isinya belajar, belajar, dan belajar. Entah belajar yang betulan membaca sesuatu kemudian gue menuliskannya di notebook, atau gue yang mendapatkan ilmu baru dari YouTube, atau bahkan insight yang nggak sengaja gue dapat dari sebuah postingan orang di medsos. Mangkanya gue juga lumayan gencar share soal "belajar" ini tadi di salah satu akun menulis gue yang baru di Instagram. Buat yang mau follow klik aja di sini ya! Atau yang mau tau sneak peek-nya gue tunjukkin di gambar berikut:

Akun Instagram Written by Bluu

Kalau di Instagram ruangan gue biasanya membagikan not so called motivational things dengan bumbu-bumbu puitisisasi, di written by bluu (wbb) gue agak lebih santai, selayaknya ngobrol sama temen biasanya. Di wbb, gue bilang kalau selama kita masih hidup, seenggaknya harus ada 1% keinginan dalam diri kita untuk terus belajar. Entahlah, bagi gue belajar itu hal paling mudah yang bisa kita lakukan di tengah era ini. Sumpah, di era dengan akses informasi yang semudah ini, dan mengetahui masih banyak dari kita yang pengennya disuapin terus, agaknya amat sangat disayangkan, sih.

Dari situlah gue menemukan turning point bahwa ternyata belajar tuh nggak berhenti ketika kita di sekolah aja. Nggak lantas ketika kita udah selesai sekolah, wisuda, dapet gelar, kita jadi merasa belajar itu bukan suatu hal yang esensial lagi. Gue juga udah pernah ngobrolin soal belajar yang nggak melulu tentang eksakta dan non-eksakta, tapi sesimpel belajar cara memotong sayur yang bener itu juga belajar. Walaupun gue juga mengerti kenapa pemikiran seperti ini bisa nempel banget di kepala kita, karena dari dulu kita nggak diajarin bagaimana cara belajar yang bener di luar sekolah.

And I don't want to blaming anyone about this problem, karena ya memang kenyataannya sistem pendidikan di negara kita seperti itu. Beda cerita kalau kita udah berbicara sistem pendidikan di Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Gue ngomongin yang masih satu benua sama kita dan memang 3 negara itu yang menduduki strata tertinggi kalau udah ngomongin soal pendidikan. Anak SD di sana aja udah ngerti esensi belajar itu untuk apa dan mereka tau betapa pentingnya ilmu untuk menopang hidup mereka di masa depan. Sedangkan di negara kita lihat anak semangat belajar tiap hari udah syukur alhamdulillah. 

Memang udah segenting ini sistem kita sekarang.

Gue makin concern banget soal pendidikan di negara kita semenjak gue terjun langsung di dunia ini. Selama kurang lebih 1.5 tahun gue menyelam di dunia pendidikan sebagai pengajar dan sedikit banyak gue bisa mengerti apa yang sebenarnya jadi problem utama dari anak sekolah kita. Selama ini kita cuma disuruh untuk belajar tanpa esensi yang jelas, tanpa kita harus tau Big Why-nya dulu, intinya belajar aja yang pinter, dapet nilai bagus, dan nanti di masa depan kita bakal sukses. Padahal yang penting adalah nemuin Big Why-nya dulu kenapa kita harus belajar.

Bukan cuma buat dapet nilai bagus, dapet gelar, lulus dapet kerja di tempat yang bagus. 

Kalau esensi belajar cuma untuk hal-hal di atas, rasanya belajar cuma berakhir jadi sumber monetisasi.

Huft, memang nggak akan ada habisnya juga kalau kita ngomongin soal ini. Karena kenyataan yang ada memang udah kayak gini, seenggaknya kita bisa mengubah itu pelan-pelan lewat orang terdekat kita.

Panjang ya pembahasannya... intinya adalah... ya, belajar. 

I learn a lot and I still need to learn more. 

Di bulan ini, hal-hal baik akan datang dan hal-hal membahagiakan akan selalu menyapa.

Daaaaah, sekian. Sampai ketemu lagi!

Komentar

Postingan Populer