Langsung ke konten utama

Unggulan

Hi, I'm Back!

Pic cr. to pinterest Wah... it's been a while. Lagi-lagi, di tahun ini belum bisa menepati janji kepada diri sendiri untuk menulis dengan lebih konsisten. But anyway, dalam rentang waktu beberapa bulan kebelakang banyak hal yang terjadi dalam hidup aku, yang membuatku nggak pernah berhenti melangitkan syukur karena menyadari betapa baiknya Allah SWT kepadaku. Sore ini, aku sedang duduk di kamar kosan, setelah hampir seharian berkutat dengan pekerjaan baruku di kantor, di hari weekend,  dan aku merasa perlu untuk membagikan segala hal yang sedang memenuhi pikiranku. Iya, akhirnya setelah beberapa bulan aku beristirahat dari hiruk pikuk pekerjaan, kini aku kembali menjadi karyawan di salah satu perusahaan yang nggak pernah aku sangka akan menjadi tempat perjalanan karierku berikutnya. Terdengar mustahil pada awalnya, tetapi begitu lah adanya. Yang terlihat mustahil di mata manusia, nggak pernah mustahil untuk Allah SWT. Aku pun merasakan segala kasih sayang Allah padaku sampai hari i...

We're All Still Learning

Pic cr. to pinterest

Belakangan gue mulai belajar hal baru (lagi). Kalau dipikir-pikir, hidup kita setiap hari itu selalu berhubungan sama belajar. Dan selagi kita belajar hal baru, dari situ muncul kesadaran kalau ternyata apa yang udah kita ketahui selama ini itu masih sedikit (banget). Dulu, gue pernah punya pemikiran bahwa setelah lulus dari bangku sekolah kita udah memiliki "cukup" pengetahuan untuk menjalani hidup, di saat sebenernya ilmu itu akan terus ada dan akan terus membuat kita belajar, sekalipun kita udah selesai dari masa sekolah.

Rasanya gue mulai mengerti bahwa ternyata selama kita hidup, setiap harinya adalah tentang belajar, belajar, dan belajar. Sedari dulu gue terlalu sering disuapin sama fakta bahwa belajar cuma akan terjadi ketika kita di sekolah, karena konsep belajar yang gue pahami adalah tentang guru berdiri di depan kelas dengan setumpuk materi yang harus kita telan habis-habis. Padahal belajar juga nggak melulu soal eksakta dan non-eksakta, ilmu hidup menurut gue lebih-lebih-lebih luas lagi. Hidup di era ini sebagai orang dewasa awal, bikin isi kepala gue jadi kayak spons cucian piring yang rasanya harus menyerap semua informasi serba cepat setiap hari, dan kadang bikin gue terengah-engah. Tapi mau bagaimana lagi? Toh ini bukan hal yang bisa kita hindari, tinggal bagaimana cara kita pinter-pinter memilah mana informasi yang layak kita serap, dan mana informasi yang harus kita bilas pakai air sampai sponsnya kembali kering.

Sorry kalau perumpamaan gue agak asbun, tetapi begitu lah kira-kira gambaran otak gue sehari-hari dalam mengolah informasi yang masuk di kepala.

Back to the topic, apa yang baru gue pelajari belakangan adalah tentang memaknai sesuatu yang udah kita punya. Gue pernah lihat salah satu video dari influencer, dia pengusaha sukses, dan beberapa thoughts yang dia bagikan bikin gue nggak ragu buat simpen konten itu untuk gue tonton lagi di kemudian hari. Dia bilang sesuatu yang intinya adalah kita nggak bisa mengeluhkan sesuatu yang udah kita punya, menganggap apa yang kita punya masih kurang, atau anggapan lain tentang hidup kita yang masih belum cukup. Apa pun yang udah kita miliki, manfaatkan. Gimana caranya? Cari caranya. Mental-mental disuapin yang kita punya dari kecil ini udah saatnya buat dikembangin. Dari sini gue mikir banget, iya ya, nggak seharusnya gue habisin waktu memikirkan what ifs yang nggak ada habisnya di kepala instead gue bisa memanfaatkan waktu itu untuk memanfaatkan potensi yang gue punya.

Udah bukan waktunya gue tenggelem sama pikiran-pikiran nggak sehat yang justru bikin gue makin nggak berkembang.

Pemikiran yang kadang nggak jelas itu justru jadi "penjara", bikin kita terjebak terus menerus, dan pada akhirnya nggak gerak kemana-mana. Well, nggak gampang memang, tapi ketika terlintas di kepala kita pemikiran-pemikiran kayak gitu, coba kembalikan itu jadi sebuah pertanyaan tentang bagaimana cara kita memanfaatkan sesuatu yang menurut kita "kurang" atau "belum cukup" itu menjadi keuntungan?

Find a way.

The mindset of being spoon-fed that we’ve had since we were kids needs to change.

Besides all of that, ini juga jadi pengingat bagi gue pribadi, karena nowadays gue pun nggak bisa bohong kalau seringkali pemikiran nggak sehat itu terlintas di kepala. Kadang gue juga kesulitan untuk mengontrol itu, tapi balik lagi ke konsep gue mau atau nggak buat berubah, atau justru gue mau membiarkan ini terus begini, semua pilihan pada akhirnya tetep balik ke diri sendiri, because I'm the one who's living my own life.

Guys, let’s live a long life, okay? Karena selama kita masih ada gairah buat lanjutin hidup, gue yakin kesempatan dan harapan itu akan terus ada. Entah di titik mana kita akan dapetin hal itu. Please, bertahan yang lama bareng gue. We're all in this together.


Komentar

Postingan Populer