a quiet corner for thoughts, dreams, and little pieces of me.
Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Nggak Sibuk Itu Nggak Apa-Apa (Yapping Session Vol 0.2)
![]() |
| Pic credit to pinterest |
Lately, gue belajar beberapa insight baru yang bikin gue tersadar bahwa ternyata hidup tuh nggak harus melulu terlihat sibuk. Mungkin ini ada kaitannya juga dengan hustle culture yang membuat pandangan kita terhadap seseorang, or else ke diri kita sendiri, bahwa kalau orang terlihat nggak sibuk = hidupnya jadi nggak berarti. Well maybe I understand what does that mean, ketika orang nggak sibuk, hidupnya jadi begitu-begitu aja, I got the point, tapi definisi sibuk dan nggak sibuk itu sendiri juga perlu banget buat ditelisik lebih jauh. Kalau yang dimaksud dengan nggak sibuk adalah orang yang nggak mau berusaha, semuanya mau serba instan, berharap ada keajaiban dengan diam dan nggak melakukan apa-apa, well itu bukan definisi "nggak sibuk" yang gue maksud. Definisi "nggak sibuk" yang gue maksud adalah ketika seseorang yang biasanya hidup dengan rencana seabrek, kegiatan yang nggak ada berhentinya, satu kesibukan setelah kesibukan lain, rapat satu setelah rapat lain, dan setelah semua kesibukan itu kita mau ambil jeda sejenak, atau mungkin ambil jeda beberapa waktu, bagi gue itu nggak masalah. Nggak perlu ada perasaan bersalah yang muncul karena mendadak kita jadi terlihat nggak sibuk. That's why gue bilang, hidup tuh nggak harus bikin kita terlihat sibuk 24/7, sesekali kita juga butuh untuk terlihat jadi orang yang santai aja hidupnya, nggak perlu diburu waktu, nggak perlu diburu rapat satu dan rapat lain, or stuffs.
Sejujurnya, gue adalah satu dari kesekian orang yang sering merasa bersalah ketika sedang nggak disibukkan dengan sesuatu. Rasanya hidup gue jadi jauh dari kata produktif dan itu memberikan efek terhadap apa yang sedang gue lakukan. Misalnya, pada saat gue lagi libur kerja. Seharian gue pakai waktu buat seneng-seneng—nonton, hangout, dan hal-hal lain yang nggak bisa gue lakukan ketika gue lagi sibuk kerja. Lucunya, ketika gue selesai melakukan itu semua, ada secuil perasaan di sudut hati gue yang merasa bersalah karena sama sekali nggak melakukan hal produktif pada hari itu. Dan hal-hal itu udah berlangsung cukup lama. Walaupun pada kenyataannya gue merasa senang ketika lagi libur, tapi di sudut hati selalu tersisa perasaan bahwa yang gue lakukan itu nggak berguna. Lalu setelah gue menelisik kembali, justru apa yang gue lakukan itu adalah bentuk dari menyeimbangkan kehidupan gue sendiri, supaya di ujung waktu gue nggak perlu dealing dengan sesuatu yang dinamakan burnout.
Well, maybe for some people the feeling of burnout itself it's a proof that they've done something big. Kayak memberikan kepuasan tersendiri kalau apa yang mereka lakukan sejauh ini ternyata bukan hal-hal remeh dan memang wajar kalau in the end muncul perasaan burnout itu. But guys, listen to me, padahal yang seharusnya kita lakukan adalah berhenti sebelum hal itu terjadi betulan. Karena kalau udah kejadian, untuk mengembalikan ke setelan pabrik (sorry pemilihan kata gue nggak banget), kita harus bekerja ekstra berkali-kali lipat, dan gue nggak mengharapkan kita merasakan hal itu.
So for now, I hope we can show more kindness to ourselves, be more considerate with our thoughts, and most importantly, don't forget to take care of yourself. Teruuuuuus, sekali lagi, jangan pernah merasa bersalah untuk nggak melulu terlihat sibuk, yang sibuk pun kadang cuma pura-pura sibuk aja sih biar nggak feeling guilty wkwkwk bercanda. It is what it is, istirahat sebentar nggak bikin kantor kamu meledak kok.
At the end of this session, seperti biasa gue berharap semoga semua orang selalu bahagia dan tenang hidupnya! See you soon, guys <3
Postingan Populer
Maybe This Is What Living Feels Like
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
(ENG) Redefining Happiness: Finding Peace Beyond Validation
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar