Langsung ke konten utama

Unggulan

Hi, I'm Back!

Pic cr. to pinterest Wah... it's been a while. Lagi-lagi, di tahun ini belum bisa menepati janji kepada diri sendiri untuk menulis dengan lebih konsisten. But anyway, dalam rentang waktu beberapa bulan kebelakang banyak hal yang terjadi dalam hidup aku, yang membuatku nggak pernah berhenti melangitkan syukur karena menyadari betapa baiknya Allah SWT kepadaku. Sore ini, aku sedang duduk di kamar kosan, setelah hampir seharian berkutat dengan pekerjaan baruku di kantor, di hari weekend,  dan aku merasa perlu untuk membagikan segala hal yang sedang memenuhi pikiranku. Iya, akhirnya setelah beberapa bulan aku beristirahat dari hiruk pikuk pekerjaan, kini aku kembali menjadi karyawan di salah satu perusahaan yang nggak pernah aku sangka akan menjadi tempat perjalanan karierku berikutnya. Terdengar mustahil pada awalnya, tetapi begitu lah adanya. Yang terlihat mustahil di mata manusia, nggak pernah mustahil untuk Allah SWT. Aku pun merasakan segala kasih sayang Allah padaku sampai hari i...

Are You, Okay?

pic cr. to pinterest
You okay?

Belakangan, gue menyadari seberapa pentingnya pertanyaan, "Are You Okay?", "You Okay?", "You Good?" yang entah ditanyakan dengan maksud basa-basi atau memang ditanyakan dengan maksud kepedulian tingkat tinggi sampai cuma dengan melihat bagaimana air muka seseorang berubah, akhirnya terlontar pertanyaan, "Kamu gapapa kan?".

Even me, gue akhirnya sadar betapa pentingnya pertanyaan itu. Gue semakin sadar ketika selama ini gue mendapatkan pertanyaan itu, gue terlampau sering atau bahkan selalu bilang kalau gue baik-baik aja, gue gapapa, gue sangat baik-baik aja. Then, I realized, mungkin itu yang membuat orang lain akhirnya berhenti bertanya apakah gue baik-baik aja karena mereka udah tau jawabannya, gue pasti akan menjawab kalo gue baik-baik aja, atau bahkan gue akan melemparkan pertanyaan lain seperti, "Emang kenapa kok tiba-tiba nanya kayak gitu?", pathetic.

Ternyata selalu berlagak baik-baik aja dihadapan orang lain itu melelahkan. Mungkin prinsip hidup yang selama ini gue pegang adalah semua orang punya beban masing-masing di pundaknya, mendengarkan keluh kesah gue justru akan menambah beban mereka, and it sounds bad, walaupun mungkin orang lain akan dengan sangat baik hatinya selalu bersedia mendengarkan cerita gue, but no... gue akan tetap beranggapan kalau hal itu bukan jalan keluar yang bisa gue pilih. Semakin bertambahnya usia, intensitas gue menceritakan apa yang gue rasakan ke orang lain juga semakin menurun. Temen gue yang makin dikit, circle pertemanan gue juga yang semakin sempit, segalanya semakin mengerucut kedalam, sehingga yang tersisa hanyalah diri gue sendiri.

Akhirnya, gue rindu orang menanyakan apakah gue baik-baik aja sampai sekarang?

Karena mungkin, ketika akhirnya gue mendapatkan pertanyaan itu, untuk saat ini gue akan menjawab dengan berteriak bahwa gue sedang tidak baik-baik saja.

It feel sucks day by day, my heart feels so heavy, breath is also heavy, semuanya terlihat sulit untuk saat ini, sehingga ketika gue mengatakan kalau semuanya baik-baik saja, it sounds so hypocritical. Karena kenyataannya semuanya jauh dari kata baik-baik aja.

Then, this made me learn many things, nggak semua orang yang selalu berlagak baik-baik aja akan selalu baik-baik aja. Just imagine how many nights passed by crying alone, berapa banyak hari yang dilewati dengan pikiran yang berisik, berapa banyak waktu yang kemudian habis dimakan kesedihan yang tersimpan sendirian, berapa banyak lagi hati yang terasa berat setiap bangun di pagi hari, dan berapa banyak yang nggak terhitung setiap harinya. They're not okay, no, they were already not okay from the very beginning, they just trying so hard to hiding it, berkamuflase sebaik mungkin setiap waktu, dan sekarang... mereka lelah.

Seseorang yang selalu baik-baik saja itu akhirnya, lelah.

Seseorang yang selalu baik-baik saja itu akhirnya, goyah.

Dan seseorang yang selalu baik-baik saja itu akhirnya, ingin menyerah.

Entah berapa banyak lagi hari harus terlewati sambil tersenyum dan mengatakan bahwa semua baik-baik saja, bahwa semua memang selalu baik-baik saja, bahwa semua ini akan berakhir baik-baik saja.

For you, untuk jiwa yang selalu mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, you're human too sweetheart, semuanya pasti sedang tidak baik-baik saja, pasti banyak tangis yang kamu sembunyikan dibalik selimut tiap malam hari, pasti banyak kesedihan yang kamu simpan sembari tersenyum setiap hari, dan pasti semakin banyak kekecewaan yang kamu telan sambil duduk di hadapan meja belajarmu setiap waktu. Gapapa, gapapa kalau hari ini kamu akhirnya mengatakan bahwa semuanya sedang tidak baik-baik saja, mungkin orang lain nggak akan peduli, tapi aku... aku peduli, I care about you, because you're so precious.

For you, untuk jiwa yang sedang menjalani fase paling berat di hidupnya, hanging there lil' bit ya sayang? Mungkin kalimat semua akan indah pada waktunya terdengar sangat bias untuk saat ini, gapapa, kalau kamu nggak bisa mempercayai kalimat itu, biar aku yang percaya, aku percaya kalau harimu akan indah di waktu yang tepat. I accept all your feelings right now, biar aku yang menerima semua perasaan tidak baik-baik saja milikmu, sambil memelukmu dari jauh, sambil mendengar suara hatimu dari jauh, sambil mendoakanmu dari jauh. Karena yang aku tau, terkadang yang jauh akan terasa dekat, dan aku ingin berada di dekatmu untuk membantumu menerima segala perasaan sedihmu yang tidak kunjung usai itu. Tidak apa-apa.

Untuk luka yang tidak kunjung sembuh, tenang, obatnya sedang dalam perjalanan untuk menemukanmu.

Untuk segala sedih yang tidak kunjung reda, tenang, seseorang akan segera hadir untuk menghiburmu, dia sedang dalam perjalanan untuk segera hadir di teras rumahmu.

Tenang ya? Semua hal baik sedang dalam perjalanan untuk mendatangimu, nggak akan tertukar dengan tetangga sebelah, nggak akan berbelok di persimpangan jalan, semuanya akan menemukanmu disaat terbaik dan paling tepat di hidupmu.

Kamu tidak baik-baik saja, nggak apa-apa untuk merasa tidak baik-baik saja, karena kamu juga manusia.

Aku peluk dari jauh ya? Supaya bisa memeluk erat banyak orang, karena kalau dari dekat lenganku tidak akan muat hehehe, you know that I love you, right? Right, I love you as big as this universe.

Komentar

Postingan Populer