Langsung ke konten utama

Unggulan

Hi, I'm Back!

Pic cr. to pinterest Wah... it's been a while. Lagi-lagi, di tahun ini belum bisa menepati janji kepada diri sendiri untuk menulis dengan lebih konsisten. But anyway, dalam rentang waktu beberapa bulan kebelakang banyak hal yang terjadi dalam hidup aku, yang membuatku nggak pernah berhenti melangitkan syukur karena menyadari betapa baiknya Allah SWT kepadaku. Sore ini, aku sedang duduk di kamar kosan, setelah hampir seharian berkutat dengan pekerjaan baruku di kantor, di hari weekend,  dan aku merasa perlu untuk membagikan segala hal yang sedang memenuhi pikiranku. Iya, akhirnya setelah beberapa bulan aku beristirahat dari hiruk pikuk pekerjaan, kini aku kembali menjadi karyawan di salah satu perusahaan yang nggak pernah aku sangka akan menjadi tempat perjalanan karierku berikutnya. Terdengar mustahil pada awalnya, tetapi begitu lah adanya. Yang terlihat mustahil di mata manusia, nggak pernah mustahil untuk Allah SWT. Aku pun merasakan segala kasih sayang Allah padaku sampai hari i...

gws


Haaaaaaai.

How's lifeeee, it's weekend actually and I just finished some stuff, and right now I just feel so tired for everything and and and lowkey just wanna sleep all day all night then I remembered about my thesis slash skripsi skripsi thing so yes bye for weekend :(

Lucu bagaimana sampai sekarang gue masih suka mengharapkan validasi orang lain terhadap apa yang udah gue lakukan not specifically for them but ya dalam beberapa hal apa yang gue lakukan memang untuk kebaikan semua orang, karena dampaknya akan dirasakan banyak orang, nggak hanya gue, it's literally for everyone. Wah kedengaran jumawa banget nih, tapi sebenernya bukan jumawanya yang ingin gue tekankan, it's just me yang merasa cukup bangga dengan apa yang udah gue usahakan disamping gue harus tetap kerja keras untuk skripsi gue but then hal yang gue usahakan ini tadi ternyata dianggap biasa-biasa aja, karena mungkin again and again apa yang lagi gue lakuin ini not a big deal sehingga ya nggak ada validation apa pun yang gue dengar. Karena yang harusnya gue lakukan memang sudah seharusnya gue lakukan sebagai kewajiban seorang manusia. The funny thing is, kenapa mahasiswa tingkat akhir masih suka dipandang sebagai orang pengangguran disaat sebenernya isi kepala kita bisa jadi melebihi pressure orang yang pulang kerja terus bisa menganggap bahwa kerjaan mereka udah paling berat sehingga (again and again) menganggap mahasiswa yang lagi skripsian nggak ada apa-apanya dengan mereka yang udah sibuk bekerja.

Dude, what's the point of that bullshit matter, karena justru yang gue rasain sekarang adalah perasaan was-was all day long dan berkali-kali gue harus suffering this much untuk setidaknya bertahan di pace yang banyak nggak amannya ini then all people menganggap bahwa gue bisa menyelesaikan and dealing with all of these shits, alone, with myself.

Nggak.

Sebenernya ini lebih kepada kamuflase aja sih, kayak orang yang udah dewasa duluan sebelum gue aja bisa, kenapa gue enggak? But the problem was, topik yang gue ambil lebih banyak komplikasinya dibandingkan yang lain, technically aja gitu. Ngedenger jurusan gue sendiri aja bikin gue masih suka amazed karena bisa lewatin hampir 4 tahun, dengan semua huru-hara yang nggak terbayangkan bikin gue pengen nyerah tiap harinya, tapi ya mau gimana lagi... things that keep me going, dan sampai ke titik ini. Gila ya, gue beneran nggak expect bisa bertahan sampai sekarang, bukan, bukan sebenernya gue yang keren, hebat, pinter, bisa bertahan di Teknik Elektro ini, sebenernya bukan itu poinnya. Karena yang berusaha gue lakuin sejauh ini adalah membiarkan arus yang ada di dalam tubuh gue, entah negatif atau positif, pokoknya gimana jalannya aja dah, gue ngikut. Tiap bangun tidur gue masih suka bengong dulu buset skripsi lagi, buset progress apa lagi, buset gue harus gimana ya, buset ini digimanain dah. 

Ugh, sadly, gue beneran lagi nggak punya jalan keluar lain karena ini rasanya lagi berdiri di tepi jurang yang curam banget, mau balik ke belakang cuma ada padang pasir yang nggak ada ujungnya, mau terjun... gila aja apa gue masih pengen jalan-jalan ke Edinburgh cuy. Jadi jalan yang gue pilih beneran mengelilingi ujung jurang ini sampe gue bisa nemuin apa pun yang bisa bikin gue turun atau naik atau menetap entah sampai di titik mana.

I was at that point right now, secapek itu, beneran capek banget, kayak buset dah gue capek banget? Kayak yaAllah... yaAllah... capek banget ini gue capek banget beneran serius dah, serius gue udah capek banget, capek banget, I was soooo fuckin' tired at this point gue beneran pengen ngilang.

Jadi sekarang untuk membicarakan poin apa yang gue tulis sebenernya... ya nggak ada. Simply, gue lagi ngoceh sendiri aja karena for dammit again and again gue selalu mikir permasalahan orang kayaknya lebih berat dari gue jadi ya mau kemana lagi gue ngomel dah kalo nggak disini wkwk.

Ya gimana ntar deh ya ini skripsian gue beneran ngerasa lagi mode pasrah tapi pasrah apaaaaa orang usaha aja masih segini. Lu kudunye pasrah kalo udah di titik nggak tidur berhari-hari buat cari kodingan za, yeu. Tapi yaudalah yaaa gimane ntar. Lillahita'ala.

Met weekend buat rekan seperjuangan, yang nggak seperjuangan ya met tidur aja dah semoga hari lu selalu haha hihi.

Komentar

Postingan Populer