a quiet corner for thoughts, dreams, and little pieces of me.
Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hello, February — I’m Learning to Be Okay.
| Pic cr. to pinterest |
Selamat datang, Februari!
Berasa nggak sih, hari-hari tuh beneran berganti secepet itu, baru juga bangun pagi, tau-tau udah malem lagi, tidur, untuk kemudian keesokan harinya bangun tidur lagi, mengulang aktivitas yang sama. Beberapa hari belakangan di bulan Januari, not really special, gue masih libur, menjalani hari-hari libur dengan menghabiskan tontonan yang nggak ada habisnya, sampai gue merasa bosan.
Maaf, karena lagi-lagi gue menghilang beberapa hari ini.
Banyak hal yang terpikir di benak gue, termasuk berat badan yang bertambah karena aktivitas gue yang nggak jauh dari rebahan, tiduran, main HP, menulis, nonton, makan, begitu terus. Jadi, untuk goals di bulan Februari untuk hidup sehat mulai masuk list yang harus gue capai sampai bertemu bulan baru nanti.
Sebenernya gue suka merasa aneh karena tahun baru 2022 ini gue nggak terlalu menyusun goals yang gimana-gimana. Asli, di tembok gue masih tertempel goals yang harus gue capai di usia gue yang ke-19 di tahun 2021 kemarin, alhamdulillah, beberapa ada yang bisa gue centang karena bisa terpenuhi sesuai apa yang gue mau.
Tapi anehnya, tahun 2022 ini gue nggak bikin wish list yang gimana-gimana seperti tahun-tahun sebelumnya, nggak ada puluhan target yang biasanya selalu gue susun setiap awal tahun dengan senyum berseri dan semangat yang tinggi. Semuanya hambar, begitu-begitu aja, setelah gue tau dan mengerti kalau yang paling penting dari semua itu adalah bagaimana cara gue bisa lewati hari-hari di tahun 2022 dengan bahagia, nggak tertekan, walaupun mungkin kehidupan gue akan dilihat orang, "Lah dia kok begitu-begitu aja sih nggak ada progress banget hidupnya?".
I don't care anymore, gue hidup buat gue, buat nyuapin diri sendiri, bukan buat memenuhi ekspektasi orang.
Sedikit banyak dari 31 hari yang udah terlewati di tahun 2022, buat gue banyak sadar, menyadarkan diri sendiri dengan realita, tahun baru, akan ada yang datang dan akan ada yang pergi. Percaya yang dulu dikasih ke orang juga nggak bisa melulu sama, karena ya... people change. Orang nggak bisa ekspektasi apa-apa dari gue, so do I, gue juga nggak akan berekspektasi apa-apa lagi ke orang lain. Gue nggak akan lagi mengemis kasih sayang orang, karena mungkin kasih sayang yang gue minta itu cuma jadi iringan lagu nina bobo yang dia dengar di malam hari, untuk kemudian keesokannya udah dia ganti dengan lagu kebahagiaan untuk orang lain. Lucu.
Obrolan gue dan Ummi di suatu sore beberapa waktu lalu kadang buat gue sadar, kita nggak bisa maksain orang buat suka sama kita, kita nggak bisa maksain orang buat menetap kalau dia memang inginnya pergi, karena pada akhirnya semua itu akan jadi sebuah kenangan menyakitkan yang nggak layak untuk diingat. Hidup gue terlalu berharga, terlalu banyak yang harus gue lalui di depan sana, yang mungkin aja akan lebih lebih lebih menyakitkan dari segala kenangan gue di belakang sana.
Gue mau sok jadi orang paling menderita di dunia?
Dude, nggak sama sekali, gue nggak merasa paling menderita karena gue tau masih ada orang yang mau menerima gue apa adanya. Masih ada harapan yang bisa gue genggam untuk gue bawa sampai hari esok.
Kalau lo bertanya-tanya apa poin gue menulis ini di hari pertama di bulan yang baru?
Nggak ada.
Gue cuma pengen ngingetin diri sendiri kalo masih banyak (banyak banyak banyak) alasan yang bisa buat gue bertahan sampai sekarang. Kecewa? Wah gue nggak tau berapa banyak kecewa yang udah gue telan, gue muntahkan, gue tangisi, gue tertawakan, dan akhirnya gue sudahi. Gue jauh baik-baik aja sekarang, karena apa?
Karena gue terbiasa.
Terbiasa menelan kecewa, terbiasa dikecewakan.
Untuk kamu yang terbiasa merasakan sakit, nggak apa-apa, karena kata terbiasa juga lama kelamaan akan jadi obat dari segala luka yang kamu bilang menyakitkan itu.
You'll be fine, for sure.
Postingan Populer
Maybe This Is What Living Feels Like
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
(ENG) Redefining Happiness: Finding Peace Beyond Validation
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar