Langsung ke konten utama

Unggulan

Hi, I'm Back!

Pic cr. to pinterest Wah... it's been a while. Lagi-lagi, di tahun ini belum bisa menepati janji kepada diri sendiri untuk menulis dengan lebih konsisten. But anyway, dalam rentang waktu beberapa bulan kebelakang banyak hal yang terjadi dalam hidup aku, yang membuatku nggak pernah berhenti melangitkan syukur karena menyadari betapa baiknya Allah SWT kepadaku. Sore ini, aku sedang duduk di kamar kosan, setelah hampir seharian berkutat dengan pekerjaan baruku di kantor, di hari weekend,  dan aku merasa perlu untuk membagikan segala hal yang sedang memenuhi pikiranku. Iya, akhirnya setelah beberapa bulan aku beristirahat dari hiruk pikuk pekerjaan, kini aku kembali menjadi karyawan di salah satu perusahaan yang nggak pernah aku sangka akan menjadi tempat perjalanan karierku berikutnya. Terdengar mustahil pada awalnya, tetapi begitu lah adanya. Yang terlihat mustahil di mata manusia, nggak pernah mustahil untuk Allah SWT. Aku pun merasakan segala kasih sayang Allah padaku sampai hari i...

The Different Path

pic cr. to pinterest

Yaaa jadi sekarang gue lagi break class, ingin menulis di sela-sela waktu yang ada, beneran deh gue ngerasa 2021 ini gue jadi makin jarang (banget) nulis di Circa Eos.

Belakangan, gue seringkali ngerasa unworthy, seperti biasa, cerita lama yang nggak ada habisnya. Bisa aja hari ini gue baik-baik aja, terus besoknya gue ngerasa burem soal masa depan, terus lusanya balik lagi, gitu terus sampe nggak tau kapan. Intinya, gue selalu nggak ada habisnya menyalahkan diri sendiri. Bahkan pagi ini gue masih begitu, masih nggak ngerti gue belajar apaan ini tadi, masih nggak ngerti maksudnya gue kuliah ini apaan, asli segitunya. Padahal gue punya satu tulisan yang harus gue post tanggal 17 November nanti dan masih banyak bagian yang gue lewatkan, tapi begitu gue nulis, pikiran gue nggak tau kenapa langsung muter, "Ini nanti pasti nggak akan ada yang baca deh, pasti banyak tulisan yang lebih baik dari ini, pasti gue akan terus stagnan sama tulisan gue."

Kind of, intinya gue lagi-lagi ngerasa nggak akan bisa survive dengan tulisan gue. Padahal kalo dipikir ulang, tujuan gue menulis itu bukan mendapatkan atensi banyak orang, cukup satu dua orang yang ngerasa ada dengan membaca tulisan gue, nggak meminta belas kasih ngemis orang buat baca tulisan gue, nggak... gue nggak akan pernah kayak gitu.

Lagi-lagi tujuan gue menulis di Circa Eos juga bukan bermaksud menggurui, bermaksud kasih kuliah segala macem, bukan, gue cuma pengen jadi temen satu dua tiga orang yang nggak punya bacaan dari bahasa teman, gue cuma ingin orang tuh bisa ngerasa worth dengan baca cerita gue disini.

Jalur gue, denah, peta, tujuan yang gue punya jelas berbeda dengan kalian semua. Gue suka menulis dan cita-cita gue pengen jadi penulis, karena belum tentu orang yang menulis itu bisa disebut sebagai penulis kan? Jadi salah satu tujuan gue menulis ya... ingin menjadi penulis. Dan itu jelas berbeda dengan tujuan lo, tujuan kamu, jalur nya pun juga pasti berbeda. Kalo lo pengen jadi penyanyi, ya latihan rutin setiap hari, les nyanyi, atau segala hal yang sekiranya bisa lo manfaatin, lakuin. Atau kalo lo pengen jadi youtuber ya rutin bikin video, video sederhana yang nggak terlalu banyak mikir, belajar edit video, terus berproses setiap hari. Dan kalo gue pengen jadi penulis apa yang harus gue lakuin? Ya menulis tiap hari, entah itu nggak ada yang baca, nggak ada yang seneng, nggak ada yang naroh atensi, like I care? Kan gue menulis karena gue belajar, karena gue berproses, karena gue ingin nantinya gue beneran menulis dengan judul Penulis.

Itu juga yang ingin gue ingatkan pada diri sendiri, jalur yang gue punya dengan jalur yang Rintik Sedu punya itu berbeda. Kak Tsana udah mulai menulis dan menghargai dirinya jauh sebelum gue paham apa esensi gue menulis. Kenapa gue pake Rintik Sedu sebagai media comparing? Ya karena gue ngefans sama karyanya dia, semuanya deh, podcast nya, tulisannya, everything, gue hanya satu dari kesekian orang yang turut apresiasi karya-karya hebat Kak Tsana. 

Lalu kalo boleh kasih bahan compare lagi gue bisa pake idol kesukaan gue, K-POP life, dan teman-temannya. Apasih yang bisa gue dapet dari ngidolain mereka, nggak cuma omong kosong kayak apa yang suka orang lain bilang, nggak cuma haha hehe hihi hafal lagu mereka, bukan... menurut gue lebih dari itu. Jalur berbeda yang kita ambil justru itu push myself untuk terus kejar mimpi-mimpi gue kedepannya. Walaupun jalur yang diambil beda, tapi tujuannya sama-sama menuju mimpi masing-masing. Bayangin kan, nantinya gue akan berada di garis yang sama kayak idol gue, atau mungkin lebih? Kita nggak pernah tau.

Maksud gue menulis ini adalah semua orang berjuang di jalurnya masing-masing. Berjuang di peta hidupnya masing-masing. Jangan compare diri lo menuju hal-hal negatif hanya karena, "Ah... gue nggak akan bisa kayak gitu, privilege nya aja gue udah kalah duluan", berhenti please. Nggak kasian sama batinnya? Orang yang punya privilege lebih juga berjuang di jalur hidup mereka sendiri, dan nggak semua juga dapet keberuntungan yang mereka mau. Casing nya doang mungkin bagus, tapi kita tuh nggak pernah ngerti struggling apa yang dilakuin leluhur mereka untuk sampe di tangga tertinggi. Menurut gue, dengan kita sibuk untuk mengomentari privilege orang itu nggak akan mengubah apapun, justru yang kita komentarin akan berada di tangga yang semakin tinggi, yang nggak akan bisa kita jangkau mau sengoyo apapun. 

Rezeki orang juga beda-beda, urusan Tuhan yang mengatur, kita nggak usah maksa. Bukan tentang siapa yang lebih berjuang dari siapa, kalo belom rezekinya ya nggak akan dapet gitu loh, bray. Belum tentu yang lebih berusaha dan ngeluarin banyak duit yang akan sukses, karena kalo belom rezeki ya nggak akan ada yang berubah. 

Konsep rezeki tuh sesederhana kita yakin kalo akan dateng saat dimana Allah bakalan narik kita ke tempat-tempat yang nggak terduga, sabar, tunggu aja...

Jadi kesimpulannya, mau bagaimanapun juga jalur hidup kita dengan yang lain tuh beda gitu loh, langkahnya menuju jalur itu juga beda-beda, jadi tutup mata lo dengan proses yang udah orang lain lakuin, gimana-gimana juga bakalan tetep berbeda mau dilihat dari segi manapun.

Okay, dear?

Komentar

Postingan Populer