Parasite, film Korea yang berhasil raih 4 piala Oscar di tahun 2020. (Foto: (dok IMDb/Gisaengchung (2019)))
Tahun 2019 menjadi tahun kebanggaan bagi seorang sutradara dari negara ginseng Korea Selatan, Bong Joon-ho. Selama saya menjalani masa mahasiswa baru di kampus baru, hari-hari saya juga diiringi sejumlah berita gempar dari dunia film yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk menontonnya. Bahkan, setelah saya menyelesaikan film hingga menit-menit pamungkas, saya masih tidak percaya ada film dengan ide secemerlang ini. Tokoh yang memainkan setiap peran dalam cerita, lokasi yang digambarkan, hingga karakter setiap tokoh yang punya andil besar dalam membentuk jalan cerita semakin menarik.
Bong Joon-ho mengatakan dalam wawancaranya bersama majalah Variety, bahwa cerita yang dialami si anak laki-laki tokoh utama merupakan kisah nyata yang juga dialaminya. Ki-woo yang diperankan oleh Choi Woo-Sik diceritakan mengajar les privat untuk seorang anak perempuan dari keluarga kaya. Hal tersebut juga pernah dilakukan oleh sutradara film Parasite ini saat beliau menduduki bangku perkuliahan, namun setelah 2 bulan, Bong Joon-ho harus rela dipecat karena kemampuannya dalam pelajaran matematika yang tidak terlalu mumpuni.
Salah satu adegan ketika Ki-woo (Choi Woo-sik) baru saja tiba di rumah keluarga kaya untuk memberikan les privat (Foto: (dok. IMDb/Gisaengchung (2019)))
Cerita ini diawali dengan sebuah adegan yang memperlihatkan kehidupan Ki-woo bersama keluarga kecilnya yang tinggal di pemukiman kumuh. Hidupnya melarat, mereka hidup hanya dengan kerja serabutan, tidak memiliki pekerjaan yang pasti, bahkan mereka rela hanya melipat kardus pizza untuk menyambung hidup bersama. Pada scene awal juga diperlihatkan ketika Ki-woo harus menumpang wifi dari rumah yang ada di atasnya, hingga dirinya rela berada di kamar mandi demi mendapatkan sinyal.
Lalu muncul sebuah adegan ketika teman lama Ki-woo bernama Min Hyuk (Park Seo-joon) menawarkan sebuah pekerjaan untuk menjadi guru privat bahasa inggris, menggantikan dirinya. Teman Ki-woo menawarkan pekerjaan tersebut dengan iming-iming yang menggiurkan. Ki-woo tergoda oleh tawaran itu ketika mengetahui bahwa anak perempuan yang akan diberi les privat berasal dari keluarga kaya. Awalnya Ki-woo merasa ragu akan dirinya, tidak yakin jika dirinya bisa melakukan pekerjaan itu mengingat background pendidikannya yang tidak sebagus Min Hyuk. Namun, dorongan dan paksaan dari Min Hyuk membuat Ki-woo akhirnya melaksanakan saran untuk memalsukan dokumen dengan bantuan adiknya, Ki-jung (Park So-dam).
Konflik semakin terlihat begitu Ki-woo memutuskan untuk memalsukan identitasnya demi bekerja menjadi guru privat untuk Dahye (Hyun Seung-min), siswi kelas 2 SMA yang berasal dari keluarga menengah keatas itu. Awalnya, Ki-woo hanya berniat menjalani pekerjaan sebagai guru privat untuk menyambung hidupnya yang sudah diambang kehancuran, saking pasrahnya karena tidak ada pemasukan untuk hidup keluarganya. Ki-woo sendiri mengatakan kepada ayahnya Ki-taek (Song Kang-ho) bahwa dirinya sedang tidak membohongi siapapun, karena tahun depan Ki-woo akan berusaha masuk di Universitas yang telah dipalsukannya dalam dokumen. Sang ibu Chung-sook (Jang Hye-jin) benar-benar menganggap anak laki-lakinya akan pergi bekerja tanpa memikirkan kebohongan yang menjadi awal dari semua tragedi dalam hidup mereka.
Salah satu adegan ketika Ki-woo dan Ki-jung mencari sinyal hingga ke kamar mandi. (Foto: dok. CNN Indonesia/Review Film: Parasite, Film Terbaik Oscar 2020)
Gisaengchung yang merupakan judul Korea dari film Parasite ini juga berhasil membius penonton dengan akting para aktor dan aktris yang begitu mendalami karakter masing-masing. Peran yang dimainkan oleh Ki-taek juga begitu memukau, sebagai seorang ayah yang bertanggung jawab atas kehidupan keluarganya, penuh totalitas memerankan orang yang begitu melarat dalam film. Begitu pula tokoh Park Dong-ik (Lee Sun-kyun) yang merupakan ayah dari Da-hye, murid privat Ki-woo, sangat menggambarkan kaum borjouis yang bergelimang harta. Kehidupan kedua kasta yang sangat berbeda ini membuat penonton betulan merasa relate, karena pasti hal-hal seperti ini telah banyak ditemui di lingkungan masyarakat.
Tidak cukup sampai disitu, berbagai kejutan yang muncul dalam setiap adegan berhasil membuat penonton melongo, walaupun dengan jumlah tokoh yang tidak banyak, tapi justru itu yang menjadi daya tarik dari Parasite, agar penonton bisa fokus dalam emosi setiap tokohnya. Ketimpangan sosial yang ditunjukkan dalam setiap adegan nggak kalah membuat penonton takjub karena lagi-lagi kesenjangan itu juga banyak terjadi disekitar kita. Adegan ketika Ki-woo, Ki-jung, serta ayahnya Ki-taek, harus berlarian di tengah hujan dan banyak menuruni anak tangga juga membuat penonton ber-oh ria, karena ketika berada di rumah orang kaya yakni Mr. Park dan istrinya Yeon-gyo (Cho Yeo-jeong), mereka harus menaiki anak tangga untuk bisa sampai di rumah, namun ketika mereka pulang, ada begitu banyak anak tangga yang mereka turuni hanya untuk bisa tiba di rumah.
Salah satu adegan Ki-taek ketika di rumahnya. (Foto: dok. Elle Decoration Vietnam)
Bagian perbagian digambarkan dengan begitu apik oleh Bong Joon-ho. Ketegangan digambarkan dengan tokoh-tokoh pendukung yang tepat. Moon-gwang (Lee Jung-eun) dan Geun-se (Park Myung Hoon) yang memainkan peran suami-istri berhasil memunculkan suasana horor berbalut thriller yang membuat film ini semakin layak diacungi jempol. Lagi-lagi, pendalaman peran yang dilakukan setiap tokoh begitu hebat, sehingga membuat naskah film yang memang sudah apik, menjadi terlihat lebih luar biasa. Suasana menyeramkan dalam film ini digambarkan langsung oleh manusia, bukan hantu seperti dalam film-film dengan genre horor yang ada, namun Joon-ho berhasil membuat suasana menakutkan langsung dari manusia. Salah satu tokoh bernama Park Da-song yang merupakan adik dari Da-hye dan diperankan aktor cilik Jeong Hyun Jun juga berhasil memberikan andil untuk menjelaskan alur yang ada.
Keluarga Ki-taek yang licik dan sukses memerankan tokoh "parasit" bagi keluarga Park Dong-ik yang kaya namun penuh kepolosan serta mudah memercayai orang lain. Hingga pertengahan film, penonton dibuat merasa cukup dengan konflik "parasit" keluarga Ki-tae yang terus mengambil keuntungan dari inangnya atau dalam cerita digambarkan oleh keluarga Park Dong-ik. Seakan belum cukup menjadi guru privat dari Da-hye, Ki-woo mengajak adiknya Ki-jung untuk turut bekerja di rumah keluarga Park sebagai guru seni adik Da-hye, Da-song. Lalu konflik tentang parasit terus berlanjut ketika Ki-tae, ayahnya, turut bekerja sebagai sopir pribadi tuan Park yang tentu saja hal ini disengaja oleh Ki-jung dengan menjebak sopir tuan Park sebelumnya. Dan puncaknya ketika Chung-sook, sang ibu, berakhir bekerja di rumah keluarga Park sebagai asisten rumah tangga, hal ini juga merupakan skenario yang dibuat Ki-tae.
Eksekusi cerita parasit ini dikemas dengan begitu apik disertai klimaks yang habis-habisan. Film ini sangat direkomendasikan untuk kamu yang suka genre thriller juga drama. Bisa menjadi pilihan yang cocok ketika kamu memang tertarik dengan jalan ceritanya, namun boleh dihindari kalau nggak suka lihat darah ya! Mungkin bisa di skip bagian pamungkasnya.
Parasite layak dengan segala penghargaan yang didapatkannya karena membuat perfilman Korea memuncaki popularitas dunia. Beberapa fakta dibeberkan oleh sang sutradara Bong Joon-ho, salah satunya adalah penggunaan
special effect untuk penggambaran lantai 2 rumah Park Dong-ik yang sebenarnya hanya terdiri dari satu lantai. Bisa dilihat
kan betapa niatnya kru produksi
Parasite untuk menampilkan hasil yang luar biasa keren? Buat kamu yang sampai sekarang masih maju-mundur mau nonton film ini atau enggak, boleh berkunjung ke
bacaterus untuk dapat informasi lengkap seputar dunia perfilman yang lainnya!
Film ini juga direkomendasikan untuk ditonton ulang karena dijamin nggak akan bikin bosen.
Parasite sudah tersedia di Viu dan Netflix khusus untuk kamu! Terus pantengin
bacaterus kalau kamu mau tau lebih banyak
review dan rekomendasi film terbaru yaa!
Komentar
Posting Komentar