a quiet corner for thoughts, dreams, and little pieces of me.
Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Be kind to yourself.
![]() |
| Pic cr. to pinterest |
Halo, semuanya!
Udah sampai di bulan Juni aja nih hahaha.
Setengah tahun lagi menuju 2022, seems so fast right?
Cepet banget pokoknya dan gue udah ngerasa jenuh banget sama semua ini. Ngerti nggak sih rasanya tuh kesel banget, udah jam-jam istirahat, udah waktunya liburan, tapi masih ada mata kuliah yang ketinggalan di belakang. Dan FYI aja, gue gagal lagi nih di SBMPTN 2021, padahal ini kesempatan terakhir gue untuk memperjuangkan apa yang gue mau. Tapi ternyata, Allah punya kehendak-Nya yang lain, yang pasti lebih baik dari apa yang gue mau. Allah nggak pernah tidur, Allah tau apa aja yang gue lakuin, apa aja yang gue perjuangin, jadi ya gue yakin aja sih di depan sana banyak kemudahan yang menunggu gue.
Rasa-rasanya gue nggak punya alasan buat nggak percaya sama takdir dan ketetapan Allah, karena ya kalau bukan bergantung sama Allah SWT, mau bergantung ke siapa lagi? Manusia? Wkwk nggak bakal ada yang berhasil nyenengin batin lo. Percaya deh, cuma Allah, Allah, dan Allah.
Galau mampus sih awalnya waktu buka pengumuman dan lagi-lagi kalimat itu, "Tetap semangat, jangan menyerah", yang gue dapatkan. Gue bener-bener langsung diem, lama-lama mewek, nangis, inget apa aja yang udah gue lakukan 3 tahun belakangan. Wasting time juga, batin gue tersiksa 3 tahun, tapi gue kayak nggak dapet apa-apa. Kosong banget rasanya. Asli, gue pengen menyesalkan apa yang udah gue lakuin, tetapi lagi-lagi ini pilihan yang udah gue ambil. Gue merasa harus punya tanggung jawab dari sesuatu yang udah gue pilih. Resiko apa pun selagi itu hasil dari sesuatu yang gue pilih ya... gue harus konsekuen. Itu prinsip yang selalu gue pegang. Mindset itu yang membuat recovery gue cepet banget. Nggak sampai sejam nangis tapi batin gue udah nggak sesek lagi, udah biasa aja.
Karena yang gue tau, SBMPTN itu bukan wadah buat lomba, siapa menang siapa kalah. Nggak ada. Ini bukan ajang perlombaan siapa yang lebih baik dan siapa yang paling buruk. Emang kalau lo diterima itu berarti lo menang? No. Dan kalau lo nggak diterima berarti lo kalah? Nggak juga. Ini cuma tentang memperjuangkan apa yang lo mau. Dan kalau berhasil, ya bagus. Kalo gagal, ya berarti itu bukan jalan yang terbaik. Hidup di depan harus terus jalan. Nggak lolos bukan berarti lo nggak pinter, bukan berarti ibadah lo kurang, bukan berarti amal lo kurang, bukan berarti kebaikan yang lo lakuin kurang. Ini cuma tentang timing, seperti yang selalu gue bilang kalau setiap orang punya timing-nya masing-masing. Bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, tetapi siapa yang bersedia untuk terus maju.
Gue juga menganggap kalau ini bukan waktu gue. Dan dunia nggak hanya berotasi untuk gue, jadi yang bisa gue lakukan adalah terus berjuang sembari menunggu bunga-bunga di taman gue bermekaran. Nanti kalau udah waktunya juga lo akan puk puk segala effort yang udah lo lakuin selama ini.
Gue harap, bulan Juni ini bukan menjadi bulan yang melukai banyak orang.
Bukan menjadi bulan yang dihindari banyak orang.
Semoga banyak kesempatan yang hadir sebelum bulan ini berakhir.
Semoga bahagia yang di dapat nggak cuma hadir di bulan ini.
Dan semoga nggak ada kenangan yang berusaha di hapus, nggak ada ingatan yang berusaha di lupakan.
Terus jalan ke depan ya!
Postingan Populer
Maybe This Is What Living Feels Like
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
(ENG) Redefining Happiness: Finding Peace Beyond Validation
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar