a quiet corner for thoughts, dreams, and little pieces of me.
Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
SOAL HATI
Wah, kalo judulnya soal hati biasanya viewers dijamin melejit abis deh hahaha.
Gue kayaknya sampe sekarang masih sering banget deh tiap ketemu temen, sodara, atau tetangga, atau bahkan strangers yang gue nggak begitu kenal sama dia, intinya tiap ketemu, entah kenapa pertanyaan mereka harus tentang persoalan hati, persoalan sayang menyayangi, persoalan saling peduli, dan persoalan yang berkaitan dengan cinta-cintaan lah pokoknya.
Kayak... penting banget?
Menurut gue ya, kalo udah waktunya mah jodoh nggak akan kemana. Jadi ngapain deh gue panik noleh sana sini, bingung karena kayaknya nggak ada yang interest sama gue, bingung karena kayaknya kehidupan cinta gue gini-gini aja, saking lempengnya ampe gue udah lupa gimana rasanya perut gue ada kupu-kupunya gegara baper. Intinya, fokus gue bukan kesana, selain karena males ngurusin orang lain, gue juga males ngurusin diri sendiri pas lagi galau-galaunya, jieileh intinya ya gue nggak pengen segampang itu buat percaya sama orang lain. Apalagi cowok, as our context.
Kata orang, kita yang sekarang adalah kita yang terobati dari pahitnya masa lalu.
Iya, gue setuju banget. Gue ngerasa nggak bisa sekuat sekarang kalo nggak ada gue yang dulu. Gue yang dulu menganggap kalau laki-laki pasti sayang dan peduli ke satu cewek aja ternyata dipatahkan realita setelah melihat kalau gue bukan satu-satunya perempuan yang dia lihat. Gue yang dulunya menganggap bahwa laki-laki yang ada buat kita ternyata juga ada untuk perempuan lain. Gue yang dulunya percaya bahwa nggak semua laki-laki punya sikap seperti itu lalu dihadapkan dengan banyak sekali dari mereka yang sama aja, semakin mundur, berjalan jauh, jauuuuuh sampe akhirnya gue nggak lagi berani buat jatuh cinta.
Yaa, gue udah terobati dari segala sakit hati gue di masa lalu. Tapi obat yang gue dapat justru buat gue nggak lagi yakin, kalau-kalau ternyata di depan sana sakit yang dulu ada, bakalan kembali ada. Gue.. nggak mau. Jadi yang gue lakukan ya... ini...
Gue baik-baik aja dengan kesendirian ini. Hati gue masih milik gue sendiri, karena gue masih nggak ingin memberikannya kepada siapapun. Takut-takut kalau nantinya hati yang gue beri kepada orang lain semakin habis... habis... dan akhirnya gak bersisa untuk diri gue sendiri. Jadi, gue akan biarkan hati gue sendiri sampai... nggak tau, sampai gue dikasih pemiliknya.
Kapan?
Rahasia semesta sama sekali nggak bisa dilihat dari kacamata manapun.
Jadi, lagi-lagi gue nggak mau mendahului takdir.
Postingan Populer
Maybe This Is What Living Feels Like
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
(ENG) Redefining Happiness: Finding Peace Beyond Validation
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar