Langsung ke konten utama

Unggulan

Hi, I'm Back!

Pic cr. to pinterest Wah... it's been a while. Lagi-lagi, di tahun ini belum bisa menepati janji kepada diri sendiri untuk menulis dengan lebih konsisten. But anyway, dalam rentang waktu beberapa bulan kebelakang banyak hal yang terjadi dalam hidup aku, yang membuatku nggak pernah berhenti melangitkan syukur karena menyadari betapa baiknya Allah SWT kepadaku. Sore ini, aku sedang duduk di kamar kosan, setelah hampir seharian berkutat dengan pekerjaan baruku di kantor, di hari weekend,  dan aku merasa perlu untuk membagikan segala hal yang sedang memenuhi pikiranku. Iya, akhirnya setelah beberapa bulan aku beristirahat dari hiruk pikuk pekerjaan, kini aku kembali menjadi karyawan di salah satu perusahaan yang nggak pernah aku sangka akan menjadi tempat perjalanan karierku berikutnya. Terdengar mustahil pada awalnya, tetapi begitu lah adanya. Yang terlihat mustahil di mata manusia, nggak pernah mustahil untuk Allah SWT. Aku pun merasakan segala kasih sayang Allah padaku sampai hari i...

TIKTOK.

Ya kan, gue balik lagi kan?

Pokoknya kalo udah dipancing sama satu tulisan biasanya gue jadi dapet banyak ide mau bagi cerita apa ke kalian.

Ada disclaimer dulu nih sebelum dimulai. Gue nggak ada keinginan untuk menilai, menyalahkan, atau menyinggung siapapun, jadi kalau ada kalimat gue yang kurang pas di hati kalian, maklumin ya. Anaknya suka unfilter tulisan soalnya hahaha bercanda. Janji deh, nggak ada maksud apapun dengan ditulisnya judul ini ya. Udah gue bold loh, jadi percaya sama gue, kalau gue nggak akan menyinggung pihak manapun. *peace

Belakangan, semenjak pandemi kayaknya ada satu aplikasi yang naik daun, banget, sampai-sampai acara di tv yang lucu-lucuan juga ambil video dari aplikasi ini.

Tapi anehnya, gue bukan salah satu dari kesekian juta pengguna aplikasi ini.

Nggak tau ya. Gue suka aneh aja, karena gue nggak tertarik juga main ini aplikasi. Selain karena dalam segi visual gue nggak pede, gue juga nggak ngerti esensi main aplikasi ini buat apa. Mungkin iya, banyak informasi yang bisa kita dapatkan dari sana, tapi nggak jarang juga banyak racun-racun yang bikin tangan makin betah scroll aplikasi ini.

Gue tetep pengguna setia youtube sih hahahaha dasar kudet! 

Sodara gue bahkan udah ada yang jadi artis tiktok, gue diajakin main kemaren waktu liburan. Tapi mainpun juga keroyokan karena cucu-cucu pada bikin video bareng. Abis itu udah. Gue ngeliat video sodara gue juga dari status dia di sosmed, bukan karena gue punya app nya.

Terus apa gue merasa nggak gaul?

Nggak.

Karena menurut gue tingkat gaul seseorang nggak diliat dari seberapa banyak aplikasi yang dia mainin. So, for me, it doesn't matter selama gue nggak kudet sama berita yang lagi happening. Gitu aja, toh, gue juga tetep bisa hidup kan?

Sekarang aja gue juga jarang main IG, nggak tau kenapa ya, bukan karena bosen atau gimana, karena gue nggak begitu kebiasa buka aplikasi itu setiap hari. Jadi biasanya bisa sebulan sekali gue buka IG karena ya apa yang mau gue bagi disana selama nggak ada yang penting-penting banget. Tapi biasanya gue suka ketinggalan berita temen aja sih. Kayak gue bukain DM terus nemuin mereka mention gue dan gue nggak ngerti apa yang mereka upload sampe kadang gue bilang, "huhuhu maaf kamu update apa aku baru buka IG." 

Serius.

Pasti kalian yang pernah gue kirim DM kayak gitu bakalan realize banget hahaha.

Sejarang itu.

Kayak hari ini gue abis keluar sama temen-temen biasanya gue bakalan buka IG buat update atau kalau kebetulan temen gue udah ada yang upload gue sukanya nge repost, tapi ini sekedar tmi aja ya bukannya gue nggak pengen buat snapgram momen atau gimana, tapi karena temen gue udah pada buat jadi biar gue nggak menuhin laman snap ya gue berhemat aja. Dan semoga kedepannya gue bisa gercep ya edit buat snapgram hahaha.

So, balik lagi ke pembahasan.

Bahas apasih ini?

Oiya, tiktok.

Ya begitu, maaf kalau misal gue suka nolak kalau diajakin buat tiktok. Bukannya gue nggak mau atau gimana. Tapi gue nggak ada keberanian aja buat nongol di video. Kayak gue nggak nyaman aja begitu. Jadi mohon maklum ya, setiap orang punya pilihan hidup, punya prinsip, jadi gue harap temen-temen bisa mengerti.

Gue nggak menyalahkan, nggak juga judge orang yang jadi artis tiktok, karena ya kenapa? Setiap orang juga punya pelarian buat cari hiburan, jadi ya menurut gue bebas aja sih mau milih pelarian apa buat menyenangkan diri sendiri. Sok atuh mau jadi artis tiktok, selebgram, youtuber, sokk. Sumpah gue justru kagum sama orang-orang yang udah bisa nemuin ranah apa yang menguntungkan buat kehidupan mereka.

Proud!

Yang penting apapun platform yang kalian gunakan untuk cari kesenangan, semoga kalian juga nggak lupa sama kewajiban utama kalian apa. Seneng-seneng itu boleh, dan yang selalu jadi alarm buat diri gue sendiri adalah dengan inget kalau gue masih punya banyak kewajiban lain yang harus gue kerjain.

Gue sangat berharap orang-orang disekitar gue, also, buat para pembaca Circa Eos, semoga kalian bisa bahagia dengan apapun yang kalian lakuin. Serius, gue selalu berdoa untuk kalian semua.

Jadi, sebelum ditutup.

Gue mau nanya dong.

Ada nggak disini yang nggak punya akun Tiktok atau bahkan nggak pernah main aplikasi itu sama sekali? Plis komen, atau hubungi gue di kontak gue manapun yang kalian punya.

Soooo, see you on another Bincang Haza!

Komentar

Postingan Populer