Kadang, hal-hal yang bisa membuat gue senang adalah ketika gue berhasil membuat batasan buat diri gue sendiri untuk gak terlalu overthinking akan sesuatu.
Di masa pandemi kayak sekarang gue rasa untuk bisa menjadi lebih baik adalah dengan kita bisa nerima apa sebenernya kemauan diri sendiri. That's why judul tulisan kali ini adalah suatu boundaries atau batasan yang bisa kita bikin supaya setiap harinya kita bisa lebih bahagia dari masa sebelumnya.
Bahagia, hal standar yang mungkin bisa didapet dari hal-hal kecil.
Dan bukan suatu kewajiban kita untuk bikin orang lain seneng tapi menjadi suatu pressure yang bikin kita gak bisa seneng. Mati-matian lo buat orang lain seneng tapi justru itu jadi tekanan buat lo, dan ngebuat lo ngerasa terkekang, sesek, nggak bisa napas.
Bukan hak lo untuk ngebuat orang lain seneng.
Bukan menjadi hak lo untuk nyenengin orang lain.
Lo. nggak. punya. kewajiban. untuk. itu.
It's okay to say NO, selagi lo emang nggak punya kemampuan untuk melakukannya karena mungkin lo nggak ada waktu untuk itu. It's totally okay... to say no... dear.
Bukan menjadi ranah dan kewajiban lo juga untuk ikutan mikir, ngerasain, atau hidup buat orang lain. Bukannya gue mengajarkan untuk tidak peduli, tapi gue hanya ingin menekankan bahwa nggak apa-apa... kalo lo nggak bisa jadi yang terbaik di mata orang lain. Nggak perlu lo ngerasa terbebani ketika nggak bisa menjadi versi terbaik untuk orang yang lo sayang, karena lo juga punya batasan yang harus lo jaga supaya lo tetap baik-baik aja.
Nggak semua orang juga akan satu visi dengan lo. Nggak semua bisa satu pikiran, satu pendapat, satu kemauan dengan yang lo punya. Karena mereka juga punya visi misinya sendiri, jadi ngapain lo capek-capek, ngotot-ngotot buat ngajakin orang lain buat sepemikiran sama lo kalo pada akhirnya lo cuma throwing some shits yang bikin waktu lo habis?
Karena kadang yang ngebuat waktu kita habis adalah dengan overthinking memikirkan apa sih yang sebenernya orang nilai dari kita? Gue bener gak ya kalo gini, dia bakal seneng gak ya kalo gue gini, dia bakal marah gak ya, ah mending gini aja deh gak apa-apa walaupun gue nggak seneng, like dude... ngapain....
1000% nggak apa-apa kalau misalnya lo pengen spending time by yourself without explaining kenapa gue harus sendirian. Lo kadang nggak butuh alesan untuk sesuatu yang lo lakuin, selama lo baik-baik aja dengan itu.
Dan nggak apa-apa ketika orang lain benci sama lo, nggak suka sama lo, tapi satu hal yang perlu kita tau kalau mereka nggak ada hak untuk ngelakuin some shits disrespect thing yang bikin lo menderita. Bullying maybe? Karena sebenernya orang yang ngebulli itu nggak punya alasan melakukan itu karena apa. Inget ketika gue SD dan gue juga pernah dibulli lalu ketika ummi gue tanya alasannya apa ke mereka, anak-anak itu cuma diem, karena sebenernya nggak suka sama gue karena.... nggak suka aja? Nggak ada alasannya. Itu kenapa gue bilang orang boleh benci sama lo, nggak suka sama lo, tapi apa mereka punya hak buat melampiaskan itu pada suatu hal yang nggak pantas?
Jawabannya cuma ada dalam benak lo masing-masing.
Satu hal terakhir.
Lo harus mengatakan ini, "i know I am enough."
Kita harus bener-bener ngerasa cukup dengan diri kita sendiri.
Lo cukup dan baik untuk diri lo sendiri.
Nggak perlu jadi versi terbaik untuk orang lain karena lo udah cukup baik buat diri lo sendiri.
Komentar
Posting Komentar