Langsung ke konten utama

Unggulan

Hi, I'm Back!

Pic cr. to pinterest Wah... it's been a while. Lagi-lagi, di tahun ini belum bisa menepati janji kepada diri sendiri untuk menulis dengan lebih konsisten. But anyway, dalam rentang waktu beberapa bulan kebelakang banyak hal yang terjadi dalam hidup aku, yang membuatku nggak pernah berhenti melangitkan syukur karena menyadari betapa baiknya Allah SWT kepadaku. Sore ini, aku sedang duduk di kamar kosan, setelah hampir seharian berkutat dengan pekerjaan baruku di kantor, di hari weekend,  dan aku merasa perlu untuk membagikan segala hal yang sedang memenuhi pikiranku. Iya, akhirnya setelah beberapa bulan aku beristirahat dari hiruk pikuk pekerjaan, kini aku kembali menjadi karyawan di salah satu perusahaan yang nggak pernah aku sangka akan menjadi tempat perjalanan karierku berikutnya. Terdengar mustahil pada awalnya, tetapi begitu lah adanya. Yang terlihat mustahil di mata manusia, nggak pernah mustahil untuk Allah SWT. Aku pun merasakan segala kasih sayang Allah padaku sampai hari i...

Jangan Membenci


Photo Sourcehere.

Ngomong-ngomong gue masih libur sekarang. Kaget nggak? Nggak juga sih, ya kenapa kudu kaget disaat emang kita nggak pernah tau kapan Indonesia bakal balik seperti sediakala.

Indonesia lagi gawat-gawatnya Corona Virus tapi masyarakatnya juga pada selow-selow aja. Sesuai prinsip orang Indo sih, alon-alon asal kelakon, hahaha. Basi nggak sih kalo gue tetep pengen nitip pesan, untuk kalian menanggapi darurat Covid-19 please just stay at home for a while, jaga kesehatan, stamina dan imunitas tubuh. It's not a jokes, so please jangan ngadi-ngadi keluar rumah kalau nggak ada kepentingan yang mendesak. Basi banget, jadi ya terserah lo deh maunya apa dan gimana.

Bahas Covid nggak akan ada habisnya, males gue.

So, beberapa hari ini, eh nggak juga sih, udah lama sebenernya pengen ngomongin ini cuma nggak nemuin momen aja.

Bicara soal membenci, gue sampe nyari di KBBI the truly definition of hate something or make it clear hating someone without any reasons.

Ya gue benci sama lo karena benci aja, emang nggak boleh?

Lo napas aja gue benci.

Liat lo duduk deket gue aja gue benci.

Liat lo bisa bahagia banget aja gue benci.

Waw, man, calm.

Gue bingung aja. Ketika ada banyak jutaan kebaikan yang bisa kita lihat tanpa ngeliat hal buruk apa yang mereka miliki itu udah bisa jadi tolak ukur untuk stop benci tanpa alasan ke orang lain. Benci karena benci aja itu bisa jadi penyakit yang nggak ada obatnya. Karena penyakit yang akut, yang susah buat disembuhin itu penyakit hati. Penyakit yang bikin batin lo tersiksa dengan sendirinya tanpa bisa lo temui apa penyebabnya.

Bahkan banyak juga orang yang benci dengan kekayaan orang lain, let's say, benci sama artis-artis yang nongol di semua stasiun televisi Indonesia karena ya emang mereka udah jadi icon aja buat Indo. Alasan bencinya juga simpel abis, "apaan sih kenapa semua TV isinya mereka? Kapan ya abisnya nih orang-orang", nakutin nggak sih?

Menurut gue, semua orang punya effort masing-masing atas kehidupannya. Kita nggak pernah tau sebanyak apa malam yang mereka lewati untuk mati-matian cari duit disaat kita udah tidur. Kita nggak tau sebanyak apa mereka ngorbanin tidur demi cari duit, demi mikirin mau ngapain besok biar keluarganya tetep bisa makan. Sebanyak apa juga malam yang mereka lewati buat sujud-sujud minta duit ke Dzat Yang Maha Kaya, dude, we never know.

Meanwhile, banyak hal negatif yang lo lihat kenapa sih kita nggak milih jadi orang yang ngeliat positif-positifnya orang lain aja?

Hal yang gue takutkan juga adalah ketika kebencian itu menjadi kedengkian hati, iri, gara-gara nggak bisa jadi seperti orang itu.

Dan ujung-ujungnya lo nyalahin Tuhan.

Makin serem urusannya.

Disaat kita mungkin sibuk mencibir orang lain, blablablabla, setiap hari tanpa henti, disitulah orang yang kita benci terus growing up diri mereka supaya bisa terus berkembang.

Mereka berubah ke arah yang lebih baik tapi lo masih stagnan gitu-gitu aja.

Buang waktu, tenaga, energi batin lo juga terkuras abis-abisan, dan sedihnya adalah ketika lo nggak dapet apa-apa dari itu.

Yang ada malah lo makin menyalahkan keadaan.

Wasting time BANGET.

Mengutip salah satu perkataan dari Sayyidina Ali Bin Abi Thalib,

"Jangan membenci siapapun, tidak peduli berapa banyak mereka bersalah padamu. Hiduplah dengan rendah hati, tidak peduli seberapa kekayaanmu. Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu. Berikanlah banyak, meskipun menerima sedikit. Tetaplah berhubungan dengan orang-orang yang telah melupakanmu, dan ampuni orang yang bersalah padamu. Jangan berhenti berdoa untuk yang terbaik bagi orang yang kau cintai." 

Gimana?

Mencoba untuk nggak membenci itu gampang kalo lo udah berdamai dengan diri lo sendiri.

Ketika lo benci dengan orang tanpa suatu sebab, disitu lo belum mengenal diri lo sendiri. Karena ketika lo benci dengan orang lain, biasanya akan muncul kalimat lain, "kenapa ya gue nggak bisa kayak gitu? Gue emang bego, ga guna banget jadi manusia", nyalahin diri sendiri lagi. Benci sama diri sendiri lagi.

Nggak kasian sama batin lo?

Disiksa terus menerus.

"Gue emang nggak cocok banget dengan cara pandangnya dia."

Ya..... yaudah?

Yang penting that person nggak ngasih pengaruh apa-apa yang bikin lo rugi, kenapa dah lo buang-buang tenaga buat kasih prejudice tentang gimana orang itu harusnya berpikir.

Kalau misalnya lo banyak benci coba balik itu ke diri lo sendiri.

Sebagus apa sih diri lo sampai lo harus pede judge orang lain kayak seakan lo paling bener di dunia?

Yakin kalo nggak ada yang benci sama lo di dunia ini?

Nah udah kan.

Clear your head.

Bersihin pikiran dan batin lo dari hal-hal yang bisa toxic buat kehidupan sehari-hari.

Masih banyak hal manfaat lain yang bisa lo lakuin selain harus benci, iri, dan dengki kepada orang lain.

Berhenti benci dah dari sekarang.

Hhh just stop, okay?

Komentar

  1. Nangis baca inii, pas banget gitu momennya :(((

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga selalu bisa sayang sama diri sendiri yaa! terimakasiih sudah baca<33

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer