Sejauh ini, gue udah sering jahat sama diri sendiri.
Ketika gue buka instagram dan gue melihat semua teman-teman gue (sangat) cantik, gue akan dengan gampangnya bilang, "kenapa ya gue nggak bisa secantik itu?"
Ketika gue membaca karya orang lain, semua cerita luar biasa, karya tulis luar biasa, gue juga dengan mudahnya bilang, "kenapa ya tulisan gue nggak bisa mendapatkan apresiasi sebanyak itu juga? kenapa ya karya gue jelek banget?"
Ketika gue melihat orang lain dengan mudahnya mendapatkan yah their love life, gue juga dengan mudahnya bilang, "ya gue nggak cantik, gue juga nggak memiliki daya tarik yang bikin orang lain ingin tau soal gue."
Jahat.
Gue jahat banget ya sama diri sendiri?
Iya.
Selama ini, 18 tahun hidup, keseharian gue ternyata bikin diri sendiri sakit. Gue sibuk mengkritisi diri sendiri dengan segala hal negatif yang bisa diucapkan tanpa gue bisa melihat sisi positif yang gue miliki. Gue terlalu banyak mengingat masa lalu yang buruk tanpa gue mengingat masa lalu baik yang membuat gue seperti sekarang.
Jahat banget.
Gue terus menerus terjebak dalam keburukan masa lalu yang gue miliki. Dan membuat gue regretful abis-abisan.
Padahal ketika gue bilang, "jelek banget nilai lo, za? what are u actually doin sampe gak bisa dapet nilai bagus?", disitu poin gue seharusnya mengatakan, "gapapa, gapapa za. lo udah usaha, lo udah melakukan hal terbaik dalam hidup lo."
Iya, gue terlalu sibuk menyalahkan diri sendiri tanpa gue mengingat sebanyak apa malam yang gue lewati tanpa tidur demi mendapatkan nilai bagus, walaupun.... gagal.
Gue nggak mengingat proses yang gue lalui walaupun hasilnya nggak memihak sama sekali tapi gue seakan buta karena hasilnya buruk. Nggak sesuai perkiraan.
Padahal gue sendiri tau, ketika gue gagal, maka disitu usaha gue lebih keras dari biasanya.
Dan ketika hasilnya masih nggak sesuai perkiraan gue tetap menyalahkan diri sendiri yang kurang usaha, walaupun kalau dipikir-pikir dengan usaha segitu gue bisa dapet lebih dari apa yang gue mau.
Kan.
Mulai.
Gue mulai menyalahkan diri sendiri lagi.
Padahal juga, ketika gue melihat banyak hal yang udah terjadi, susahnya sangat banyak, dan gue masih berhasil berpijak diatas kaki gue sendiri. Melewatinya dengan tertatih-tatih, menangis, nggak ada habisnya, tapi gue sadar. Gue masih berhasil bertahan sampai sekarang.
Gue berterima kasih sama diri sendiri.
Makasih lo udah mau, udah bersedia bertahan sampai detik ini ketika lo menulis ini dengan penuh kesedihan.
Makasih karena lo masih mau duduk dan terus mencoba, bertahan, walaupun semuanya sangat sulit.
Makasih karena lo mau bertahan walaupun nggak ada siapapun yang tau sebesar apa lo mencoba bertahan.
Susah, dan rasanya sesak.
Tapi, makasih.
Makasih atas kekuatan lo yang terus berpijak diatas kaki lo sendiri disaat ada banyak kaki yang berusaha membuat lo terjatuh.
Makasih karena ketika jatuh lo masih berusaha bangkit lagi walaupun nggak ada tangan yang membantu lo untuk berdiri.
Makasih untuk tetap bertahan walaupun berat.
Hari ini masih akan menemui besok. Dan besok masih akan menemui lusa. Lalu lusa masih akan bertemu dengan lusanya lagi.
Nggak apa-apa kan?
Lo udah bertahan hingga detik ini, dan semoga lo masih mau bertahan untuk hari esok.
Oh....
Masih ada ucapan makasih yang lain.
Makasih udah mau terus mengaduh walaupun nggak akan ada lagi yang mau mendengar lo karena mereka juga punya hidupnya masing-masing.
Makasih masih bersedia berada di kegelapan malam sendirian dengan tangan dan otak yang nggak berhenti bekerja.
Makasih juga buat badan lo, yang mau diajak susah sejauh ini. Mau diajak sakit berhari-hari menahan semuanya, hebat banget.
Makasih untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik walaupun gagal. Karena lo terbiasa dengan gagal, dan lo akan tetap berusaha memberikan yang terbaik.
Terima kasih untuk selalu berusaha memberikan nilai 100 disaat hasilnya cuma.... nol.
Lo akan tetap menjadi 100 untuk diri lo sendiri, walaupun orang lain menganggap lo sebagai angka nol.
Makasih..
Makasih masih bertahan sampai hari ini, walaupun akan banyak ucapan yang menyambut lo dengan kalimat-kalimatnya yang nyakitin.
Nggak apa-apa lo sedih, tapi jangan lama-lama.
Karena diri lo butuh asupan makasih yang lebih banyak lagi.
Sekali lagi,
makasih udah mau bertahan sampai hari ini.
walaupun rasanya berat.
Terima Kasih, sudah mau bertahan sampai hari ini.
Komentar
Posting Komentar