Being motivated by yourself is a difficult matter.
I'am not talking about other person, it just about a girl who just dared to hide behind her dreams, a girl who just hiding behind fear did not manifest her dreams, a girl who always struggling every night for the purpose as well as her dreams, and the girl who just wants to be the pride for her mother and her father.
Buat lo semua yang masih susah berdamai dengan diri sendiri, susah untuk menjadi diri sendiri, susah untuk mengerti keadaan yang sedang terjadi pada lo, susah untuk menemukan seseorang yang bisa memberi lo sedikit harapan untuk hidup, susah untuk tidur dengan keadaan pikiran tenang dan bersih, untuk lo seseorang yang berhak buat dapetin seneng-senengnya hidup.
Gue selalu bilang ke orang-orang yang sedih untuk, "take your time, take your time sebanyak mungkin."
Gue tau rasanya sedih.
Gue tau rasanya kecewa.
Gue tau rasanya seneng, sedih, lalu dikecewakan dalam waktu yang bersamaan.
Gue tau.
Itu kenapa gue selalu coba memposisikan diri gue ketika menghadapi orang lain yang memiliki kesedihan lebih dari yang pernah gue rasakan. Semuanya punya porsi masing-masing, dan gue nggak bisa sok menghakimi kesedihan orang lain hanya karena gue juga pernah menderita, gue juga punya cerita sedih, but dude, you don't have any excuse to bothering other person with your own problems in the past.
Gue bukan orang yang solutif sehingga membuat banyak orang selalu menanyakan solusi masalah hidupnya pada gue.
Tapi gue hanya mencoba menjadi orang itu.
Gue coba memikirkan, "gimana ya kalo gue jadi dia?"
Selalu begitu.
Dan kalo jawabannya adalah, "wah gila, gue nggak akan sanggup pasti."
Lalu gue berakhir mengatakan kalimat ini pada siapapun orang tadi, "kamu hebat, kamu hebat dengan segala hal yang kamu miliki. Kamu hebat bisa bertahan sejauh ini dan kamu masih tetap memilih buat jadi orang baik. Nggak banyak yang bisa bertahan diatas penderitaan diri sendiri dan harus bangkit lewat penderitaan itu tanpa bantuan orang lain, terus jadi orang baik ya?"
Gue hanya berharap.... dia akan memilih jadi baik ketika ada sejuta alasan yang bisa bikin dia nyerah buat jadi orang baik.
Gue salut.
Salut kepada siapapun yang masih bisa berpijak diatas kakinya ketika banyak kaki lain yang berusaha membuatnya jatuh dan dia terus bertahan.
Lantas belakangan gue jadi semakin paham apa yang harus gue lakukan ketika berada di titik terendah dari hidup gue sendiri.
How to motivated my self?
Probably, the first answer is because i learned from the problem i experience before.
Masalah sekecil apapun gue pikirin. Asli, gue adalah orang yang mudah stress dengan hal-hal kecil. Dan itu nggak baik.
Dengan lo terus menerus menyelami sesuatu yang justru membuat lo stress malah makin susah untuk mengerjakan hal lainnya. Kerjain tanpa mikirin gimana nantinya. Kalo terlalu overthinking malah bikin stuck di tempat dan nggak kemana-mana. Just do that dan hasilnya.... gimana nanti. Yang penting lo udah usaha.
Second thing is pursue what've been your dreams.
Gue yakin tiap orang punya mimpi. Dan mimpi atau cita-cita tadi adalah yang ngebikin gue bangkit. Bilang ke diri sendiri, "gue gak bisa gini-gini terus."
Dan satu hal, ketika lo punya cita-cita kejar, kejar sampe dapetin apa yang lo mau. Jangan pernah peduliin apa kata orang tentang cita-cita yang lo punya, mereka nggak berhak untuk itu. Yang ngerasain semua akibatnya adalah lo sendiri, jadi ketika lo kemakan omongan orang dan malah berhenti merjuangin cita-cita lo, nantinya waktu bakal dengan songong bilang, "yeu lagian? Siapa yang dulu dikasih banyak kesempatan malah berhenti karena ngedengerin omongan orang?"
See?
Akibatnya lo akan rasain sendiri.
Abi pernah bilang ke gue, "punya cita-cita itu dikejar, jangan ditangisin. Nggak akan ada yang berubah dengan kamu nangis kayak gini. Ayo, dikejar. Jangan jadi lemah."
Berakhir gue hapus air mata. Kembali ke realita, gue harus belajar.
Gue tau belajar itu nyebelin. Studying sucks, slogan para pelajar. Emang, belajar itu ngebosenin parah. Berjam-jam dipaksa melototin kertas putih isinya huruf, angka, yang sulit dimengerti dan nggak tau sampe kapan pokoknya lo harus belajar aja. Nyebelin kan? Banget.
Bikin leher capek kebanyakan nunduk, mata lo juling nggak bisa bedain yang mana huruf yang mana angka, punggung lo kayak mau patah karena kebanyakan nulis sambil bungkuk, tangan lo bengkak kebanyakan nulis, atau parahnya hidung lo mimisan saking udah pusingnya kepala.
Gue juga gitu.
Rasanya ketika udah capek belajar, gue pengen ngilang aja dan bilang ke orang-orang, "berhenti bahas cita-cita sama gue bisa?! Gue udah capek berjuang".
Berakhir gue nunduk lagi, belajar lagi, "imagine how proud of my parents with my achievement," gue selalu bayangin wajah orang tua gue, yang nggak pernah gue kasih seneng-senengnya dunia karena pencapaian gue. Walaupun gue tau, Abi dan Ummi nggak pernah nuntut anak-anaknya buat jadi apa yang beliau mau. Tapi jadi apa yang anak-anaknya mau.
Itu kenapa, gue terus mengejar apa yang gue mau.
Cita-cita nggak ada limitnya. Usaha kita juga nggak kenal bates. Selama gue masih bisa buat wujudin apa yang gue mau, kayaknya selama itu baik, nggak akan ada yang rugi deh.
Hal ketiga setelah gue tau apa yang gue mau adalah gue terus menerus bilang, "nggak ada yang namanya terlambat di dunia ini".
"Get up and start. From wherever you are. No matter of you are at the most beginning, in the middle, or somewhere to the end. Start it. Resume. And clear your head."
Nggak usah mikir, terlambatkah, atau udah ditengah kah, atau bahkan udah menuju akhir, just clear your head.
Tata tujuan lo. Mulai dari sekarang, nggak ada yang namanya terlambat untuk sesuatu yang baik.
Niat itu penting, karena dengan niat yang udah mantep akan dengan mudah lo menjalankan misi kedepannya untuk dapetin apa yang lo mau.
Stop thinking, "Ah, i can't".
Nggak bakalan tau kalo belom pernah nyoba.
Coba, sekali, dua kali nggak akan cukup emang. Coba sampe lo nyampe di limit diri sendiri.
How to motivated my self?
Belajar dari masalah diri sendiri.
Kejar apa yang lo mau.
Nggak ada sesuatu yang terlambat.
Cukup jadi reminder ketika semangat gue udah mulai turun.
Dan semoga nggak ada seseorang lagi yang ngerasa dirinya unworthy atau belum cukup berusaha. Semuanya baik dengan porsinya masing-masing. Semua sukses dengan porsinya masing-masing.
Dan kegagalan cuma bakal jadi bumbu kehidupan sebelum lo ketemu sama namanya sukses.
Work for that moment you can finally say, "I MADE IT!"
You can!
No matter what!
bagus banget kaakk, ngenaa, self reminder bangett, terimakasiiii
BalasHapusterima kasih sudah ngomong gini🥺senang akhirnya apa yang udah berusaha disampaikan bisa sampai ke kamu. smg bisa terus memotivasi diri sendiri yaa🌈💚✨jangan lupa bahagia & seneng2!
Hapus