Langsung ke konten utama

Unggulan

Hi, I'm Back!

Pic cr. to pinterest Wah... it's been a while. Lagi-lagi, di tahun ini belum bisa menepati janji kepada diri sendiri untuk menulis dengan lebih konsisten. But anyway, dalam rentang waktu beberapa bulan kebelakang banyak hal yang terjadi dalam hidup aku, yang membuatku nggak pernah berhenti melangitkan syukur karena menyadari betapa baiknya Allah SWT kepadaku. Sore ini, aku sedang duduk di kamar kosan, setelah hampir seharian berkutat dengan pekerjaan baruku di kantor, di hari weekend,  dan aku merasa perlu untuk membagikan segala hal yang sedang memenuhi pikiranku. Iya, akhirnya setelah beberapa bulan aku beristirahat dari hiruk pikuk pekerjaan, kini aku kembali menjadi karyawan di salah satu perusahaan yang nggak pernah aku sangka akan menjadi tempat perjalanan karierku berikutnya. Terdengar mustahil pada awalnya, tetapi begitu lah adanya. Yang terlihat mustahil di mata manusia, nggak pernah mustahil untuk Allah SWT. Aku pun merasakan segala kasih sayang Allah padaku sampai hari i...

Menjadi Tidak Cantik




Hello, guys!

Well, i'am back, walaupun kemaren aku sempet bilang di posting terakhir kalau dalam beberapa waktu mungkin nggak bakal update apapun disini. Tapi, kebetulan hari ini aku udah berhasil melakukan beberapa hal yang memang aku jadwalin untuk dilakukan dan is a must. Kuliah hari ini cukup padat dan cukup menguras otak. Gue udah mulai masuk ke mata kuliah Medan Elektromagnetik hari ini, walaupun yang dibahas juga masih flashback ke persoalan kalkulus, terus juga tadi udah mulai bahas Praktikum Pemrogaman Komputer, which means berkaitan dengan KODING, harus banget di capslock karena literally bikin mual sore hari menuju maghrib ini tadi. Dan waktu break class setelah mata kuliah Medan Elektromagnetik, gue decide untuk ngerjain tugas kelompok di perpus dan ngelanjutin belajar SBMPTN setelah tugas gue selesai didisikusiin. Akhirnya, masuk kelas lagi sekitar jam setengah 4 sore abis ashar.

And here i am! Gue lagi jenuh, dan butuh menyurahkan sesuatunya disini, sesuai headline disini yang akan dibahas adalah tentang "Cantik".

Mungkin, tulisan ini bisa menemani kalian ketika ngerasa capek dengan semua parameter cantik yang ada dalam society kita dan mungkin bisa menjadi teman kalian yang bilang, "kamu cantik dengan apapun yang ada di diri kamu."

Setidaknya, dalam tulisan ini gue cuma mau bikin kalian nggak lagi bilang, "alah basi", when someone told you about, "cantik itu dari hati, nggak melulu dari fisik yang keliatan". Because it's really important, guys.

Gue udah sering kayaknya ngerasa capek sendiri kalo lagi buka Instagram, like, kalau di explore yang muncul adalah jajaran Kakak-kakak yang sangat cantik, putih, kinclooooong bro, kayak wajahnya ada nyamuk nempel aja kepleset, dan gue kayak langsung, "wOOyyYYy????", parahnya adalah ketika gue mendadak membuka postingan diri sendiri di Instagram langsung detik itu juga banyak yang gue arsipkan, because i feel very ugly at that time, ngerasa aneh dengan diri sendiri, dan ya ngerasa-ngerasa yang lainnya.

Kadang, langsung diingetin sama diri sendiri, "lo kok nggak bersyukur gini sih haza?", "kenapa sih insecure banget ginian doang?", "padahal juga biasanya nggak apa-apa?"

Tapi, sekarang, kalo dipikir-pikir, apa yang salah dengan menjadi insecure karena penampilan diri sendiri yang jauh dari standar kecantikan yang ditetapkan orang-orang? Persoalan yang ada disini adalah bukan karena seorang perempuan itu nggak bersyukur, tapi karena lingkungan sekitar yang menciptakan standar itu, sampai-sampai kita lupa dengan standar kecantikan yang udah kita punya sendiri. 

Juga ketika gue mendapati anak seusia gue yang lahir dengan wajah cantik tanpa perlu dia effort untuk membuat dia terlihat secantik itu, lahir dengan harta meluber ketanah, lahir dengan dikelilingi orang yang respect sama dia because of her physivcal, dan gue langsung terdiam, "kenapa gue lahir di tahun yang sama tapi dia ngambil semua kecantikan yang ada di bumi sampai gue nggak dapat sisa sedikitpun?"

Kalau kalian ngerasa melakukan banyak hal untuk berusaha terlihat cantik, kalian nggak sendirian, because i did a lot of effort too buat sekedar terlihat cantik. Tapi, nyatanya sampai sekarang gue nggak merasa puas sama sekali dengan apa yang gue punya. Gue terus merasakan kurang sampai rasanya ketika bertemu dengan orang cantik gue harus menunduk untuk menghindari bertatapan dengan orang yang gue nilai cantik tadi.

Orang-orang makin hobby jepret sana-sini cuma buat predikat "cantik" yang sebenernya standarnya masih belum jelas kayak apa. 

Gue kadang kayak.......duh gini amat. Paham kan betapa susahnya hidup di era seperti sekarang yang apa-apa mengutamakan fisik. Susah aja keliatannya, sangat susah. Apalagi kalau berada di circle yang sama-sama toxic dengan apa yang lagi kita hadapi, jadi nggak ada titik temunya dari perasaan insecure diri sendiri.

"Sayang sama diri sendiri itu lebih susah daripada sayang sama orang lain."

Tadinya, gue sama sekali nggak begitu percaya dan memahami kalimat itu. Tapi lambat laun, semuanya jadi makin jelas karena kondisi yang ada di dunia tempat kita berpijak sedang dalam keadaan krisis persoalan ini.

Yang tidak cantik kalah hanya karena nggak capable dalam melakukan sesuatu. Dianggap nggak capable lebih tepatnya. Nggak dikasih kesempatan untuk unjuk diri hanya karena udah kalah di fisik.

Yang tidak cantik sering dikucilkan hanya karena fisiknya nggak memadai sama sekali untuk masuk circle pertemanan manapun. Berakhir dia nggak punya teman sama sekali.

Yang tidak cantik nggak disapa ketika dia jalan sama orang cantik disebelahnya dan parahnya adalah ketika orang-orang sangat mengagungkan orang cantik itu sambil bilang, "yaampun!!!! Cantik banget sih kamu", dan yang tidak cantik tenggelam oleh kerumunan orang yang sibuk memuji si cantik yang ada disebelahnya.

Menjadi tidak cantik itu bukan suatu kesalahan.

Menjadi tidak cantik itu nggak sama sekali membuat orang itu dosa.

Menjadi tidak cantik itu bukan suatu aib.

Tapi, yang terjadi sekarang adalah ketika menjadi tidak cantik jadi sebuah aib yang patut untuk ditutupi dan patut buat disembunyikan.

What..... are...... jokes........

Miris.

Mangkannya, dengan menjadi tidak cantik justru menjadi trigger tersendiri untuk gue berusaha more better than just about physically, karena gue benar-benar yakin dengan, "cantik nggak melulu mengenai fisik, nggak melulu mengenai wajah putih, wajah glowing, wajah bersih tanpa jerawat, kulit mulus, badan kurus, dan semua standar kecantikan yang orang bilang".

Menjadi cantik ketika lo udah menghormati diri sendiri sebagai seorang manusia yang diberi tubuh normal oleh Tuhan. 

Menjadi cantik ketika lo udah berhasil mengalahkan rasa takut lo untuk unjuk diri didepan khalayak umum. 

Menjadi cantik ketika lo yakin dengan apa aja potensi yang lo punya dalam diri sendiri.

Dan menjadi cantik serta baik untuk mensyukuri apa yang udah Allah SWT kasih hingga detik saat lo membaca tulisan ini.

Gue udah baca dalam salah satu artikel yang bisa membuat gue yakin kalau menjadi cantik nggak harus mengeluarkan kocek yang mahal hingga jutaan rupiah. Menjadi cantik hingga membuat wajah lo nggak dikenali saking banyaknya uang yang lo keluarin untuk membayar perawatan dengan harga selangit. Menjadi cantik bisa sangat mudah disini.

Sama sekali nggak ada niatan melarang siapapun untuk melakukan perawatan ini itu, dengan harga yang ini itu juga, nggak sama sekali. Duit juga duit lo, dan badan juga badan lo, gue nggak ada hak sama sekali untuk ikut campur. Tapi, satu hal yang perlu lo tau adalah cantik nantinya nggak melulu soal physically yang kebanyakan orang bilang itu. Nantinya, semua orang akan bosan dan berhenti dengan sendirinya ketika standar itu makin nggak jelas. 

Karena ternyata orang putih, kulit mulus, badan langsing, hidung mancung, mata indah, bulu mata lentik, bibir tipis, akan menjadi nggak indah lagi ketika, "sayang nggak ada etika, judes juga", OOPS! Mari bermuhasabah dan terus lomba buat jadi baik.

Jadi baik aja cukup kok.

Karena ketika lo baik, semua aspek yang ada di diri lo bakal ikutan baik, trust me. 

Keep your chin up, dear!

You are really deserve to be happiest person in this world!

______

Komentar

Postingan Populer