Halo, temen-temen.
Sejujurnya, gue balik kesini karena ngerasa suntuk aja. Capek banget dan dalam tulisan kali ini gue nggak mikir apa-apa segimana jari gue ngetik. Capek banget rasanya. Ketika semua ekspektasi yang lo bayangin jatuh segitu jauhnya tanpa bisa menemukan apa yang sebenernya lo mau. Sedih banget bahkan lo cuma bisa termenung setiap hari dan cuma bisa bilang, "gila gue capek banget."
Capek banget dengan segala kepura-puraan.
Pura-pura seneng.
Pura-pura bahagia.
Pura-pura yang sebenernya nggak sama sekali lo rasain.
Pasti melelahkan. Seakan-akan lagi dikejar oleh sesuatu yang...... nggak tau itu apa. Badan lo capek, pikiran lo capek, batin lo capek, dan lo lagi nggak menemukan siapapun yang bisa lo ajak bercerita, berbagi. Karena orang lain lagi sibuk dengan hidupnya, menikmati hidupnya masing-masing, naik-turunnya, dan mereka nggak bisa selalu duduk untuk mendengar cerita lo, keluh kesah yang lo punya, hanya karena they have their own life yang mungkin lebih memusingkan dari yang lo punya.
Pasti berat dan sedih banget rasanya.
Lo kesusahan sendiri.
Nangis sendiri.
Dan ketika orang lain mengerti apa sebenarnya masalah lo, they just simply saying, "alah gitu doang, masih lebih berat masalah gue, selow aja", dude??????
Lantas kenapa that 'they' person kepo banget nanyain apa masalah lo, tapi ketika udah tau mereka malah bilang lebih berat masalah mereka? Dari segi mananya lo harus pusing memikirkan seberat apa masalah mereka kalo lo aja masih pusing sama masalah lo sendiri. Kadang orang-orang suka lucu aja.
Seperti yang selalu gue bilang, seenggaknya ada satu orang yang mau mendengar lo, sepelik apapun hidup lo, masalah lo, it doesn't matter ketika ada seseorang yang bersedia mendengarkan lo. Mungkin nggak ada solusi yang tepat guna yang bisa lo dengar, tapi setidaknya beban pikiran lo bisa berkurang sedikit.
Karena, gue tau.
Rasanya pasti berat dan sedih banget ketika lo mencapai titik nggak menemukan siapapun yang bisa lo ajak cerita. Pasti ada sesuatu yang bergerumul dalam dada lo, penuh dan sesak sampe rasanya mau napas aja susah. Mungkin, itu salah satu alasan mengapa tulisan ini dibuat. Karena gue ingin banyak orang nggak ngerasa sendirian, kalo nggak ada orang yang mau mendengar, biarkan tulisan gue yang menjadi perantaranya.
Gue cuma mau bilang, kalau aja dirasa berat dan susah nggak apa-apa lo berhenti buat take a breath sebentar. Dunia bakal mau menunggu lo, nggak akan berpindah kemanapun.
Kalau aja rasanya berat banget dan lo ngerasa nggak mampu coba temuin satu alasan yang bisa ngebuat lo percaya bahwa lo masih capable disini.
Hidup itu emang berat. Dan naik-turunnya kadang nggak ngasih aba-aba.
Ngagetin, curang, dan bikin nyesel.
Nangis banyak rasanya nggak akan cukup untuk menggambarkan secapek apa lo sama hidup.
Gue tau dan gue paham.
Dan gue ingin selalu jadi jujukan orang yang kesepian itu, karena gue suka mendengar cerita orang, walaupun kadang gue nggak memberikan respon apapun, tapi gue suka mendengar, gue suka menampung segala kisah yang orang lain punya.
Karena saya hanya ingin mengatakan bahwa ruang yang saya punya masih luas, dan kasih yang berusaha kalian sampaikan akan sampai pada alamat yang dituju.
Jadi, jangan pernah merasa kalau nggak ada siapapun. Karena, saya ada disini, dengan jutaan aksara yang bisa menjadi perantara kalian.
Capek yang gue rasakan sekarang mungkin nggak sebanding dengan apa yang orang luaran sana rasakan, karena pasti banyak beban yang lebih berat yang orang lain punya.
Tapi semoga aja, gue bisa menemukan seseorang yang bisa memahami gue.
Entah siapapun itu.
Komentar
Posting Komentar