Langsung ke konten utama

Unggulan

Hi, I'm Back!

Pic cr. to pinterest Wah... it's been a while. Lagi-lagi, di tahun ini belum bisa menepati janji kepada diri sendiri untuk menulis dengan lebih konsisten. But anyway, dalam rentang waktu beberapa bulan kebelakang banyak hal yang terjadi dalam hidup aku, yang membuatku nggak pernah berhenti melangitkan syukur karena menyadari betapa baiknya Allah SWT kepadaku. Sore ini, aku sedang duduk di kamar kosan, setelah hampir seharian berkutat dengan pekerjaan baruku di kantor, di hari weekend,  dan aku merasa perlu untuk membagikan segala hal yang sedang memenuhi pikiranku. Iya, akhirnya setelah beberapa bulan aku beristirahat dari hiruk pikuk pekerjaan, kini aku kembali menjadi karyawan di salah satu perusahaan yang nggak pernah aku sangka akan menjadi tempat perjalanan karierku berikutnya. Terdengar mustahil pada awalnya, tetapi begitu lah adanya. Yang terlihat mustahil di mata manusia, nggak pernah mustahil untuk Allah SWT. Aku pun merasakan segala kasih sayang Allah padaku sampai hari i...

Highlight(s) 2019




Banyak hal yang terjadi selama 365 hari belakangan yang udah terjadi di tahun 2019.

Dan tahun kemarin setelah gue berhasil melewati 2018, gue berhasil membuat satu headline tersendiri dalam platform ini, apa ya judulnya, pokoknya dalam tulisan itu gue berterima kasih kepada diri sendiri yang udah berhasil melewati semua hal yang ada dalam goals maupun diluar itu.

Barusan aja gue mampir sebentar ke website kak Gita and i found something, merasa terinspirasi, lagi-lagi, untuk mempertanyakan kepada diri sendiri, tentang apa aja yang udah lo capai. Atau sederhana aja, apa yang udah bisa lo kasih ke diri sendiri selama setahun belakangan.

Pertanyaan nggak harus dateng dari orang lain, justru yang paling terpenting adalah "Kita bisa nggak sih jawab segala keruwetan yang ada di otak tapi nggak kunjung nemu jawabannya, karena ngelak sama pertanyaan diri sendiri", well, gue juga kayak gitu.

Dan sekarang, gue bakal coba menjawab itu.

Based on apa yang udah gue telusuri sedikit, gue menemukan 10 pertanyaan yang diberikan dari IDN TIMES, di link ini here.

Pertanyaan-pertanyaan ini emang gue dapatkan dari orang lain, tapi jujur, sejauh ini, saking banyaknya pertanyaan yang gue punya di otak, sampai gue lupa sendiri, dan akhirnya dari sini gue berusaha mengingat sedikit.

Apa hal yang paling kamu sukai, dan hal bernilai apa yang udah kamu lakukan dari situ?

Hm. Mikir bentar, gue bener-bener spontan tanpa brainstorm tulisan ini, jadi mungkin emang kayak bahasa gue pas ngobrol biasanya.

Jadi, kalo ditanya tentang hal apa yang gue suka maka jawaban pertama adalah...... nulis. Nggak ada hal lain yang bisa membuat gue terlihat lebih baik daripada saat gue menulis. Everything look more easy than anything selain gue bisa menyampaikan apa yang ada di otak gue lewat tulisan. Dan itu menyenangkan, gue suka. 

Lalu, kalo ditanya tentang hal bernilai apa yang udah gue lakukan dengan menulis adalah....... ini. Yes, this platform are the answer. Blog ini jawabannya. Gue bebas banget mau nulis apapun disini. Keruwetan yang ada di otak, capek sama hidup, gue berakhir disini. Menyampaikan semuanya lewat tulisan dan bisa dinikmati semua orang. Bukan berarti jika gue sedih dan nulis maka itu adalah bentuk gue meminta respect, bukan, Bukan seperti itu cara main gue. Gue akan mengemasnya dengan sesuatu lain. Dan kalo misal para pembaca dan penikmat tulisan gue ikutan sedih dan terjun bebas kedalamnya, itu berarti rasa yang berusaha gue sampaikan benar-benar sampai ke mereka. And it means a lot for me. Jadi, mungkin, itu bernilai banget buat gue. Dan selain blog, ada wattpad tempat gue menggambarkan sebuah jalan cerita yang gue ciptakan sendiri lewat orang lain sebagai penggambarannya. Jujur, sangat jujur, itu udah sangat bernilai buat gue.


Apakah makna "pulang ke rumah" untukmu?

Pulang, buat gue adalah kembali untuk beristirahat.

Sedangkan, Rumah. Rumah, buat gue adalah keluarga. 

Tempat istirahat terbaik bagi seorang Hazara, tempat buat take a breath sebentar yang terbaik menurut Hazara adalah keluarga. 

Lo bisa jadi versi terbaik buat orang lain, pura-pura menjadi seratus padahal mereka tetap menganggap lo nol, dan ketika "pulang ke rumah", lo bisa menjadi apa adanya, dan disitu lo dianggap seratus oleh sesuatu yang lo sebut "rumah" tadi.

Sederhana tapi luar biasa.

Sederhana tapi penuh makna.

Sederhana tapi segalanya.


Apakah ada siapapun di hidupmu yang ingin kamu maafkan dan kamu mintai maaf, tapi belum kamu lakukan?

Wah. Berat juga ya. 

Sejujurnya, kalo ditanya siapa yang mau gue maafkan, sejauh ini nggak ada. Nggak ada seseorang pun yang punya salah ke gue sebesar itu sampai gue memiliki ribuan alasan buat nggak memaafkan. Tapi, kalo untuk melupakan kesalahan jujur sampai sekarang gue masih nggak nemuin cara paling jitunya seperti apa. Kesalahan emang selalu ada, nggak bisa dipungkiri, tapi bukan berarti kita bisa nggak memaafkan seseorang juga. 

Kesalahan pasti menemui ujungnya, yang bikin kesalahan itu bakal jadi pelajaran. Jadi, ya...... gue berusaha ikhlas dan memaafkan atas apapun yang pernah gue dapat dari orang lain.

Kalau untuk siapa yang paling ingin gue mintai maaf sampai detik ini adalah orang tua gue. Kayak nggak ada hal lain yang bisa gue berikan hingga detik ini untuk beliau berdua sampai rasanya perasaan bersalah gue seluaaaaas itu, dan belum bisa menemukan solusi yang tepat untuk bisa memberikan yang terbaik buat beliau berdua.

Izinkan gue lebih lama lagi untuk berbakti dan terus memberi apapun yang gue bisa.


Apa hal penting yang nggak akan ngebuat kamu nyerah?

Sampai detik ini. Detik menggantung menjadi menit, tetap sesuatu yang bikin gue nggak menyerah adalah....... Kedokteran.

Bilang aja gue ambis dan berlebihan, dude, ini mimpi gue dari dulu. Dan gue nggak bisa melepas mimpi semudah itu setelah apa yang udah gue lewati setahun belakangan untuk memperjuangkan apa yang gue mau. Nggak apa-apa waktunya lama, karena gue bakal terus mengejar apa yang udah jadi angan gue sampai sekarang. 

Terus kalau ada yang mengatakan, "bersyukur atas apa yang udah Allah SWT. kasih buat lo sekarang, jangan disia-siain". Bentar dulu, deh. Kalau orang lain mengklaim gue nggak mensyukuri apa yang udah gue dapet sejauh ini, terus ngapain gue capek-capek ngejalanin satu semester belakangan dengan seserius itu, dengan senangis-nangis itu, dan masih banyak yang mengatakan gue nggak bersyukur hanya karena gue "ngotot" sama cita-cita gue.

"Alah, udahlah, yang ada sekarang, jalanin aja. Siapa tau ini yang terbaik."

Bro, nih ya gue kasih tau.

Semua hal yang udah gue dapet sampai sekarang jelas itu adalah versi paling terbaik dari Allah SWT. yang diberikan-Nya untuk gue. Allah SWT. memberi apa yang sama sekali nggak gue minta dan gue menjalani itu semua sambil terus meminta pertolongan untuk ditunjukkin hal terbaik lainnya.

Kuliah teknik itu yang terbaik dari Allah SWT. buat gue sampai detik ini.

Lalu siapa tau besok Kedokteran adalah yang terbaik buat gue setelah apa yang udah gue lewati sejauh ini? Nggak ada satupun yang tau rahasia sang pemilik semesta.

Dan sampai sekarang gue terus percaya firman-Nya dalam Qs. Ar-Ra'd ayat 11, nggak mau ngomongin dalil sebenernya. Tapi ayat itu yang gue pegang sampai sekarang.

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka."


Apa hal paling spontan yang pernah kamu lakukan dalam hidup?

Gue pernah ngapain aja ya.

Hah. Beneran apa ya, nggak kepikiran sama sekali.

Oke, maaf. I have no answer for this question, guys. (hiks)


Apa hal yang pernah kamu saksikan, yang membuat kamu berpikir bahwa dunia ini masih bisa berjalan ke arah yang lebih baik?

Saat gue bertemu dengan orang baik.

Sederhana sebenernya. Sesuatu yang baik pasti berasal dari hal baik juga.

Jangan melulu ngelihat buruknya sesuatu, karena hal baik bakal bisa tertutupi dengan banyaknya hal buruk yang kita lihat. Sampai kita nggak bisa bedain, mana sih yang baik, mana sih yang buruk.

Kan serem.

Dan satu hal yang perlu gue tandai disini. Bersamalah dengan seseorang yang bisa ngajak lo ke sesuatu yang baik, bukan malah sebaliknya. Gue tau semua pembaca gue rata-rata seumuran gue atau diatas gue. Nggak ada hak sama sekali untuk mengingatkan ketika diri gue pribadi masih nggak sepenuhnya bener. Yakan?

Tapi, gue hanya mencoba dan berusaha, hasilnya biar orangnya sendiri yang nentuin.

Kan udah gede, oops. Hehe.


Apa pelajaran hidup terbesar yang bisa dipelajari orang lain dari hidupmu?

Sebenernya, nggak ada. Karena sejauh ini, lagi-lagi gue belum memberikan apapun untuk bisa orang lain ambil dan terapkan di hidup mereka. 

Tapi, kalau boleh menyampaikan nih, gue hanya ingin siapapun yang mengikuti tulisan gue hingga tahun ini, tolong, sayangi orang tua lo. Berusaha selalu ada untuk mereka. Jangan ngeluh untuk sesuatu yang mereka minta, inget sesabar apa mereka menghadapi lo ketika masih kecil dulu. Jangan ikutan jadi api ketika beliau menjadi api, jadi air yang bisa memadamkan api itu. Karena kalau dua-duanya jadi api, nggak bakal ada ujung dari apa yang terjadi. Nggak ada salahnya sama sekali untuk jadi yang terbaik buat orang tua lo.


Apa saja hal-hal yang kadang kamu berpura-pura memahaminya, tapi sebenernya gak?

Simple.

Rangkaian listrik, bengkel elektromekanik, teknik digital.

Yang menemani paruh akhir 2019 gue tuh, jangan salah.


Apa hal yang pernah kamu lakukan, yang pantas diingat terus menerus?

Nggak maksud riya' atau nyombong. Tapi gue disuruh buat mengingat apa kira-kira hal baik yang patut gue ingat dan bisa gue lakukan terus menerus. 

Untuk tahun 2019 mungkin adalah disaat gue pertama kali siaran di ruang radio (literally).

Mungkin, remeh bagi sebagian orang. Tapi, gue bener-bener memimpikan ketika gue berbicara didepan mikrofon tanpa orang harus melihat bagaimana kondisi wajah gue saat itu. Nggak peduli wajah gue on point atau nggak, yang penting suara gue nyampai di telinga pendengar. Dan ketika seseorang yang mengikuti jejak gue sejak awal-awal gue sangat tertarik dengan dunia radio, orang pertama yang gue kirimi voice note bagaimana gue siaran, dan ketika gue benar-benar siaran, nggak sekedar omong kosong, lalu gue menyapa dia lewat media dengar ini. 

Gue sangat mensyukuri ini dan gue rasa hal ini patut untuk gue ingat terus menerus.


Apa kejujuran paling sederhana yang bisa kamu ungkapkan dalam kata-kata?

Ketika gue mencapai titik terendah dari hidup, tapi gue tetap berhasil mengatakan pada diri sendiri, "lo worth di dunia ini haza, lo hebat". Dan gue sama sekali nggak menganggap itu sebagai suatu kepalsuan karena gue tau parameter diri sendiri yang udah berusaha sampai di fase ini. Mungkin nggak sesering itu gue mengatakan pada diri sendiri, tapi sekarang gue mau lebih jujur lagi. Gue mau lebih jujur lagi ketika gue sedih. Gue mau bilang sedih ketika benar-benar ngerasa sedih. Nggak bakal lagi nyiksa diri sendiri sama kepalsuan, "nggak apa-apa", walaupun sebenernya gue butuh untuk bilang gapapa ke diri sendiri. Tapi kadang, kebanyakan bilang gapapa ke diri sendiri gue jadi ngerasa munafik sendiri dan nggak ngasih space hati serta pikiran buat kerja lebih keras dari ini.

Tapi, mungkin kebanyakan ngomong gapapa juga bisa jadi obat ketika nggak ada orang lain yang bisa ngomong gapapa ke diri kita.

Jadi repot sendiri sebenernya.

Ketika hati dan pikiran pengen bekerja lebih keras tapi nggak diizinin karena takut gagal metabolisme sakit hati. 

Haza, jujur ya sama diri sendiri kalo lagi sedih. Nangis. Nangis sepuas yang lo mau, no matter what, nggak peduli banyak orang ngetawain itu, hell yea just because, hati lo nggak punya asuransi. Kalau cara terbaik itu nangis, yaudah, nangis aja.

Itu aja kayaknya hal terjujur yang pengen gue sampein ke diri sendiri untuk tujuan more better in 2020. 


Sepuluh pertanyaan dan cuma satu yang gue nggak tau apa jawabannya. Karena gue bener-bener nggak tau hal terspontan apa yang udah gue lakuin sejauh ini, gue pikirin sambil jalan aja deh haha.

Ini sangat terlambat dari 1 Januari yang udah terlewat 12 hari yang lalu. Karena otak gue masih nggak sampai untuk menulis di awal tahun kemaren. Since tulisan ini masih berada di awal-awal bulan jadi masih ada lah bau-bau ganti tahunnya hehe.

Selamat buat orang-orang hebat yang berhasil melewati 2019 dengan sangaaaaat baik, eventho kalian ngerasa gagal, nggak apa-apa. Karena 2020 ada untuk kembali mencoba dan mungkin untuk kembali menemui kegagalan, tapi nggak kok. Hidup nggak semenyedihkan itu sehingga harus semua halnya dipikirin. 

Pasti bisa.

Pasti berhasil.

Gue aja bisa seyakin ini, masa kalian orang-orang hebat nggak bisa sih?

Pasti bisa kok.

Selamat istirahat hari ini dan bangun untuk kembali mencoba besok.


-ruang kasih.



 




Komentar

  1. Love youu sist, semoga selalu mendapatkan yang terbaik menurut Allah dan selalu lebih lebih baik lagi 🥰

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sudah selalu membersamai saya hingga sekarang siapapun kamu. semoga kamu selalu berada dalam lindungan-Nya. Aamiin.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer