Hai semuanya! Selamat malam, selamat malam senin, dan selamat tinggal untuk weekend, karena kita harus kembali berjuang di hari-hari selanjutnya.
First of all, aku mau minta maaf karena harusnya dalam beberapa update tulisan, kontennya berasal dari kalian yang sempet request di Instagram beberapa pekan lalu. Tapi ternyata, aku bener-bener nggak sempet untuk nyusun tulisan itu, perayaan anniversary jadi blogger aja aku nggak sempet untuk update, and i feel so sad, honestly. Hngg, ini random abis.
Intinya, malem ini, aku mau berbagi ke kalian semua, berbagi sedih, tawa, keceriaan, yang nggak tau bisa sampai atau nggak lewat tulisan.
Gue lagi suntuk, parah. Dan gue berharap kalian nggak lagi ngerasain suntuk yang sama seperti apa yang gue rasa. Dulu, gue selalu berpikir gimana rasanya jadi anak kuliahan? Gimana rasanya mulut gue nggak berhenti ngeluhin tugas yang segunung? Gimana rasanya gue minim tidur cuma karena tugas, tugas, dan tugas? Gue cuma bisa ngebayangin doang.
And now, ketika gue lagi berada di fase itu, akhirnya, mulut gue bisa bilang, "oh jadi gini". Dan pertanyaan tentang gimana, gimana, gimana, yang diatas, bener-bener gue temukan definisinya. Nggak ada sehari tanpa gue ngeluhin apa yang lagi gue rasain, bener-bener nggak pernah nggak ngeluh.
Lantas, sekarang jadi ada pertanyaan baru yang memenuhi benak gue, something like, "kenapa gue ada disini?", "kok bisa gue nyasar di tempat ini? di tempat yang sama sekali nggak pernah masuk dalam daftar list universitas yang akan gue coba". It's like a jokes you know. Rasanya gue ngerasa nyemplung di kolam yang penuh sama ikan hiu dan mau keluar sesusah itu, karena separuh badan gue udah masuk ke kolam itu. Gue bisa ngerasain flow terbiasa dengan rutinitas ini, gue bisa enjoy at some point, tapi justru itu yang bikin gue selalu ngerasa nyasar dan bener-bener nggak menemukan zona nyaman dari tempat gue sekarang.
Dan hebatnya, gue dituntut untuk bisa berdamai dengan diri sendiri.
Dan hebatnya lagi, gue nggak pernah berhasil.
Gue berkumpul dengan separuh orang yang bener-bener minat dengan jurusan dan prodi ini, mereka tau mau dibawa kemana tujuan akhir mereka, mereka tau apa yang dimau dari jurusan ini, dan akhirnya itu yang ngebuat gue makin ngerasa salah ada di tempat ini.
Mungkin, buat kalian yang baru jadi pengunjung setia blog gue, pada belum tau akhirnya gue kuliah dimana ya? Karena emang, dalam pembahasan sebelumnya gue nggak pernah bahas ini. Gue pengennya jadiin itu dalam satu headline tulisan dan insya Allah akan gue posting minggu depan, lagi-lagi kalau sempat ya saudara, hehe.
(Gue kasih hint aja ya, intinya gue kuliah di jurusan teknik, yang mana sebelumnya target gue adalah Kedokteran. How far, ya?)
Malem ini, gue lagi pengen berbagi aja ke kalian, kalau nggak selamanya apa yang jadi kemauan lo akan kewujud secepat itu, mungkin Allah pengen lo buat terus berusaha tanpa pernah inget sama kegagalan - kegagalan yang ada di belakang. Jelas, kita selalu belajar dari pengalaman tapi kalo lo ngerasa pengalaman itu justru bikin lo insecure, mending lupain.
Manusia itu realistis.
Ketika lo ngerasa cita-cita lo nggak worth it lagi buat diperjuangin, maka dengan mudahnya lo akan banting setir ke arah yang sebenernya jauh dari ranah lo sebelumnya.
Mau nggak mau.
Suka nggak suka.
Intinya, lo cuma mau jadi realistis.
Intinya, tulisan ini cuma mau menyapa kalian, yang masih tetap memperjuangkan sesuatu yang pantes buat diperjuangin, one thing, kalian adalah orang hebat.
Jangan pernah berhenti, karena gue tau rasanya berjuang untuk sesuatu yang besar itu kayak gimana. Dan gue juga tau /banget/ rasanya melepaskan cita-cita itu kayak apa.
Nggak cukup semalem, dua malem, gue nangis untuk itu. Hampir setiap hari gue nangis dan nggak nemu sama sekali tujuan selanjutnya kayak gimana. Jadi, jangan ngerasa sendirian.
Kalo capek, bilang.
Kalo mau istirahat, bilang.
Kalo marah, bilang.
Kalo kecewa, bilang.
Kesiapa?
Ke siapapun orang yang mau lo ajak susah seperti apa yang lagi lo rasain.
Kalo nggak ada.......
Pasti ada. Siapapun dia, pasti ada yang mau mendengarkan lo bagaimanapun kondisi yang lagi lo rasain.
Diantara seribu manusia yang ada dalam circle lingkungan tempat lo tinggal, pasti ada satu orang setidaknya yang akan bilang, "nggak apa-apa, lo udah berusaha" "nggak apa-apa buat gagal" "nggak apa-apa buat capek" "jangan lupa istirahat hari ini, dan ayo kita coba lagi besok".
Pasti ada.
Kalo kalian merasa nggak menemukan seseorang itu, maka gue ada disini, untuk bilang ke kalian,
"Lo udah berusaha hari ini"
"Lo orang hebat dan lo layak buat terus bahagia"
"Lo udah berusaha dan lo berhak buat capek"
"Lo udah berusaha hari ini dan lo harus istirahat"
"Kalo gagal hari ini, lo harus coba lagi besok"
"Kalo besok lo masih gagal, gue yakin ada hari lain yang menunggu lo, entah di mana letak tepatnya, gue yakin akan datang hari dimana lo dapet semua yang lo mau"
"Karena gue yakin, kalo Tuhan itu ada, dan nggak akan pernah ninggalin kita sendirian"
Gue nggak akan pernah capek buat ngucapin kalimat kayak gitu, nantinya. Karena gue lagi di fase butuh seseorang untuk mengatakan hal seperti itu pada gue. Entah siapapun, yang jelas gue butuh.
Mungkin, judul kali ini, akan menjadi siaran podcast pertama gue di youtube channel dan semoga kalian yang membaca ini, juga mau mendengar versi audio seorang Haza.
Terima kasih, orang-orang hebat karena udah ada di dunia ini.
Selamat malam, dan selamat istirahat!
Semoga besok, lo bisa bertemu dengan hari baik✨
Bersama saya,
Hazara.
Komentar
Posting Komentar