Aaaaaa it's been a while!
Haaaai, apa kabar kalian semua? Semoga selalu baik-baik aja ya.
It is about 3 or 4 weeks? I don't know, maybe 3 weeks i'm not uploading a new content in this platform haha, sorry. Yang jelas gue merasa bersalah karena dalam beberapa minggu ke belakang gue nggak nemu konten apapun yang bisa dituangkan dalam
platform ini.
Gue berharap semoga nggak ada hal-hal toxic yang hinggap di blog ini karena selama itu gue nggak buka atau
check out sama sekali huhuhu.
Yah, Alhamdulillah gue bisa merasakan apa yang orang lain rasakan mengenai masa orientasi mahasiswa yaiy! Dan mengenai perkuliahan gue nggak ingin membahasnya pada tulisan kali ini, mungkin tema-tema selanjutnya akan ada beberapa tips & trick belajar di kelas 12.
Hari ini gue sebenernya nggak nemu ide sama sekali buat nulis di blog. Dan beberapa orang mulai nanya-nanya, "Haza kapan upload tulisan lagi? Pengen baca" atau sekedar menanyakan kabar gue yang cukup lama menghilang di dunia blogspot ini, "You okay kan? Udah lama nggak keliatan update-an kamu nih". Untuk semua perhatiannya gue benar-benar tulus pengen bilang makasih banget.
And here i'am! I'm back.
Kebetulan hari ini gue diajakin ummi buat jalan-jalan sebelum jemput adek gue di sekolah tahfidznya. Seperti biasa, khas cewek kalo mau keluar pasti yang dipikirkan pertama adalah.....
'
Outfit apa yang akan gue pakai hari ini?'
Well said, gue juga seperti itu.
Lalu akhirnya pilihan gue jatuh pada long dress hitam, cardigan hitam, plus pashmina coklat. Nggak lupa sling bag coklat juga jadi pilihan utama gue untuk jalan hari ini. Simpel, gue lagi seneng - senengnya pake outfit warna monokrom gitu.
Point of view dari tulisan ini adalah mengenai hijab. Umur gue udah 17 tahun dan tahun ini menginjak 18 tahun. Itu berarti gue pake kerudung udah selama kurang lebih 14 tahun, dikurangin fase-fase labil waktu gue TK. Sebenernya waktu SD gue beberapa kali copot lepas - copot lepas gitu, cuma entah gimana jadinya gue merasa hijab menjadi suatu keharusan bagi gue. Based on my mother and my sister. Gue melakukan sesuatu sesuai apa yang gue lihat. Dari TK basically gue udah sekolah islam, SD juga di sekolah swasta islam, pun SMP basisnya MTs, berakhir SMA dengan headline Madrasah Aliyah Negeri. So, gue merasa nggak kurang dalam mendapat pelajaran Islam yang membuat gue paham akan apa yang dimau agama gue.
Hijab, bagi gue menjadi suatu identitas. Dia memberikan gue kenyamanan tersendiri, apalagi hari ini, ketika gue memutuskan untuk memakai outfit yang yah
that syar'i word yang sering orang-orang bilang. Bahkan hari ini gue pake kaos kaki yang biasanya gue nggak mau kalo pake sepatu sendal harus pake kaos kaki. Tapi hari ini.... nggak tau, gue hanya ingin dan merasa harus pake kaos kaki? Iya, alasan itu. Alasan yang sampai sekarang gue sendiri nggak menemukan apa jawabannya. Lalu dengan pakaian yang hari ini gue pakai, gue merasa sangat - sangat nyaman memakai outfit super tertutup yang nggak ada aspek lain selain wajah dan telapak tangan yang keliatan.
Gue merasa adem dengan keadaan diri sendiri.
Seringkali, gue merasa beruntung bisa lahir di tengah keluarga yang mengerti soal agama. Eit, bukan berarti gue tidak menghormati orang-orang yang kurang paham agama ya, hanya saja mereka belum ada keinginan untuk menilik lebih jauh, dan suatu saat gue yakin semua orang akan memiliki kesempatan sama untuk belajar tentang agama. Itu kenapa dari kecil gue udah disuapin sama bermacam-macam ajaran yang ada di Islam, end up gue selalu sekolah di tempat yang basisnya Islam. Dan dari situ gue mulai mengerti bagaimana seharusnya seorang perempuan berpakaian yang sesuai syariat.
Gue nggak bilang gue udah sangat islami sekali sampai-sampai berhak menulis tema ini. Tapi disini gue hanya ingin berbagi mengenai apa yang gue pahami.
Gue pake baju juga masih pake celana kok, nggak melulu pake rok.
Baju syar'i gue juga nggak sebanyak ummi, iya, kalau beliau sih se lemari isinya baju syar'i semua.
Gue keluar juga jarang pake kaos kaki kok.
Kerudung juga nggak melulu menutup dada, seringkali pake nya juga gue selempangin.
Tapi disisi lain, gue juga selalu kena semprot abi, sebagai pengendali utama dirumah kami. Kalo rambut gue keliatan pasti langsung heboh kasih tau, atau kalo nggak pake kaos kaki juga beliau nanyain, atau kalo nggak sengaja baju gue terlalu pendek disaat pake celana juga nggak bosen buat ngingetin buat ganti baju yang lebih panjang.
Nggak, gue udah pernah bilang kalo keluarga gue nggak se
rigid itu kan? Bener kok.
Mereka hanya berusaha memberikan yang terbaik buat putri-putrinya.
Dan gue merasa, jadi orang Islam nggak membuat gue merasa terkekang akan sesuatu apapun. Setiap hukum yang ada di agama gue malah membuat gue merasa selalu aman dimanapun, kapanpun. Karena gue selalu berpikir kalau Allah akan selalu ada bersama gue, itu kenapa agama gue menganjurkan untuk nggak pernah berhenti dzikir dan baca ayat kursi saat kita berada dimanapun.
Lantas, kalo ada muslim yang yah
complaining their life just because the rules, gue rasa mereka hanya salah pandangan dalam mengartikan setiap rules yang udah Tuhan kasih.
Once, nggak ada aturan yang Allah kasih yang akan menjerumuskan hambanya. Nggak ada satupun.
Hijab pun sama, hukumnya wajib, tapi bukan berarti gue berhak buat nyalahin muslimah yang hatinya belum tergerak buat pake hijab.
They have their own choices. Even about hijab, gue hanya nggak berhak complaining itu. Mungkin ada beberapa temen yang gue temui dan belum tergerak untuk pake hijab hanya karena mereka memilih untuk jawaban paling aman, "
belum dapet hidayah".
Menjadi muslimah yang udah berhijab tidak akan menjerumuskan sama sekali. Malah gue merasa
proud of my self yang pake hijab ini ditengah stereotipe masyarakat mengatakan, "lo akan semakin terlihat cantik kalo rambut lo bagus", atau hal-hal lain yang kalo lo nggak pake hijab maka pesona lo akan makin keluar.
Gue nggak menyalahkan. Karena setiap orang berhak atas pendapat dan pemikirannya masing-masing.
Mungkin, kalo ditanyai tentang "kenapa gue pake hijab?' jawaban yang pertama akan gue sampaikan adalah....
"Karena nyokap gue pake, dan kakak gue juga pakai. Keluarga gue basisnya agamis dan mereka pake hijab semua. Lantas kenapa gue harus memilih jalan untuk tidak pakai hijab?"
Nggak ada niat sedikitpun gue untuk menggurui siapapun because again,
everyone has their own choices, dan gue sama sekali nggak berhak untuk itu. Percuma gue bikin gerakan - gerakan ayo pake hijab tapi kalo orang yang gue ajak nggak ngerti orientasi pake hijab adalah untuk apa. Karena yang paling penting adalah niatnya, bukan trendnya.
Jangan melakukan sesuatu hanya karena lagi trend.
Lakuin sesuatu karena niat dari hati lo, tanpa dipengaruhi siapapun.
Terus kalo gue boleh berpendapat dong, buat yang milih jawaban belom bisa berhijab karena merasa belum dapat hidayah.
Well, hidayah itu dicari, bukan dateng sendiri.
Please, jangan marahin gue karena dateng-dateng malah nulis postingan ini, okay?
Komentar
Posting Komentar