Langsung ke konten utama

Unggulan

Hi, I'm Back!

Pic cr. to pinterest Wah... it's been a while. Lagi-lagi, di tahun ini belum bisa menepati janji kepada diri sendiri untuk menulis dengan lebih konsisten. But anyway, dalam rentang waktu beberapa bulan kebelakang banyak hal yang terjadi dalam hidup aku, yang membuatku nggak pernah berhenti melangitkan syukur karena menyadari betapa baiknya Allah SWT kepadaku. Sore ini, aku sedang duduk di kamar kosan, setelah hampir seharian berkutat dengan pekerjaan baruku di kantor, di hari weekend,  dan aku merasa perlu untuk membagikan segala hal yang sedang memenuhi pikiranku. Iya, akhirnya setelah beberapa bulan aku beristirahat dari hiruk pikuk pekerjaan, kini aku kembali menjadi karyawan di salah satu perusahaan yang nggak pernah aku sangka akan menjadi tempat perjalanan karierku berikutnya. Terdengar mustahil pada awalnya, tetapi begitu lah adanya. Yang terlihat mustahil di mata manusia, nggak pernah mustahil untuk Allah SWT. Aku pun merasakan segala kasih sayang Allah padaku sampai hari i...

Ketidakjelasan (Edisi Pemilu 2019)

Hai, ya Allah semoga lapak ini nggak berdebu saking lamanya gue nggak berkunjung kesini. 

Sekarang, banyak orang mulai males baca "lagi" dan akhirnya lapak ini juga semakin kehilangan eksistensinya WKWKWKWK. But, it's okay, gue berharap ada aja yang baca tulisan gue pada segmen ini dan silahkan berkomentar pada hati masing-masing. 

Masih bau-bau pemilu nih, btw. Masih bau-bau perdebatan sana sini juga. Masih bau ketidakjelasan dari setiap manusia yang "rame" di medsos, including me, maybe. 

Gue sedih asli. Dampak yang ditimbulkan pemilu segini besarnya untuk kehidupan bermasyarakat. Orang bisa dengan mudahnya memusuhi orang yang lainnya demi memenangkan argumen diri sendiri. Gue nggak akan menyalahkan pihak manapun, dan gue tidak akan menyalahkan argumen manapun, karena mungkin nantinya gue akan di blow up oleh masyarakat dengan headline, 

"Anak masih baru mau lulus SMA udah banyak bacot. Sok tau."

A jokes, was funny, thank you. 

Lucunya lagi adalah banyak banget orang yang berbicara tapi nggak tau poin apa yang sedang dia bicarakan. Gue akan mengerucutkan pemilu ini hanya pada pemilihan presiden ya, karena yang rame cuma tentang capres atau cawapresnya. 

Sibuknya warganet dengan membela setiap paslon dibalik embel-embel, "gue nggak memihak siapapun ya, tapi tuh paslon ini blablabla", kelar. Nggak membela siapapun tapi semua perkataannya selalu memihak salah satu. Ya of course, everyone has a choice, termasuk gue. Dan gue pun juga sedih kalau misalnya paslon yang gue pilih ternyata kalah, sedih banget malah. Tapi, hidup ini harus dipikirkan secara realistis. Yang hidup didunia ini nggak cuma gue sama bakteri doang. So, jadi egois nggak dibolehin dalam kasus ini. 

Okelah, mungkin banyak banget simpang siur persoalan yang muncul akibat pemilu ini, but, man, sudahlah. Biarin orang yang mempunyai hak melakukan tugasnya dengan baik, nggak perlu kita mengotak-otakkan keadaan, because it sucks. 

Pagi ini aja, waktu gue dateng kajian ahad, bapak ketua KPU Kabupaten Malang, yang kebetulan adalah temen bapak gue, dan beliau satu kajian juga, menyampaikan sesuatu. "Segala hal yang ada di pemberitaan, yang sampai sekarang rame di medsos, itu 99.9% hoax atau bohong. Saya aja yang ketua KPU adem ayem ngurusin ini selow aja, kok orang-orang malah sibuk sebar berita yang nggak bener. Kalau saya salah, monggo bawa saya ke polisi nggak apa-apa. Saya udah sering difitnah ke MK (mahkamah konstitusi) masalah pemilu ginian dan selalu menang. Silahkan tunggu kabar dari kami petugas KPU." 

See?

Jadi, buat kalian yang wasting time banget rame dengan pemilu please, istirahatin hati dan pikiran kalian. 

"Gue emosi pilihan gue dicurangin."

Tembak dengan doa, jangan malah dengan ketikan kalian di medsos yang justru bikin pencemaran nggak baik. 

Doakan setiap paslon yang kalian pilih, gue yakin Allah maha mendengar lagi maha melihat. Siapapun yang akan terpilih secara resmi nantinya, doakan saja, jangan berhenti mendoakan. 

Lagi, masalah pemilu ini bisa bikin penyakit hati loh. Bahkan, antar teman, antar saudara, antar tetangga, bisa sampai musuhan. Penghormatan kepada orang yang lebih tua bisa berkurang dan lain-lain tanpa perlu gue menyebut secara detail disini. 

Jangan membodohkan siapapun, nggak ada manusia sempurna di dunia ini. Sehebat apa sampai kalian berani mengatakan manusia lainnya, "bodoh, sampah, nggak tau diri", dengan gamblangnya. 

Berapa banyak prestasi yang udah kalian kasih buat Indonesia?

Berapa banyak yang udah kalian berikan buat negara kita?

Ngerasa pinter karena paling tau soal berita pemilu? Ngerasa pinter karena udah berhasil membodohkan orang lain yang kurang update? Berhentilah, sebelum Allah yang memberhentikan.

Gue nulis ini hanya bertujuan untuk membantu meredam permusuhan yang lagi marak. Dan gue nggak menyalahkan siapapun itu yang saat ini sedang berbangga diri karena berhasil merendahkan orang lain, yang saat ini sudah merasa puas dengan segala kesoktauan yang lagi berusaha dia bagi. Karena gue yakin 1000% manfaatnya justru dikit untuk kehidupan sehari-hari. 

Satu hal lagi.

Jangan cuma berani berbicara ramai di media sosial. Berbicaralah dengan berani di atas podium dan itu lebih terhormat. Diam, kalau merasa tidak ada manfaat dari apa yang diucapkan, di media sosial sekalipun. 

Hah, yaudahlah, gue hanya mencoba mengingatkan. Yang merasa tersindir, silahkan tulis kekesalan kalian pada tulisan ini pada kolom komentar.

Terima Kasih.

Komentar

Postingan Populer