***
Assalamu'alaikum semuanya!
Selamat pagi yang akan beranjak siang di hari minggu ini. Semoga aktivitas kalian dimudahkan ya, dan semoga barokah juga! Aamiin.
Mau menghelas napas dulu nih.
Jadi, tulisan kali ini gue tujukan untuk siapapun yang bakal membacanya. Dan yang akan dibahas pun temanya juga sensitif, semoga gue akan kuat.
Ketika biasanya gue dapet share dari orang-orang mengenai keadaan Palestina, maka gue akan bersimpati dengan terenyuh melihat betapa berat ujian yang mereka dapat.
Hati gue teriris melihat anak kecil yang nggak ada salah apapun harus diseret kesana-kemari oleh tentara Israel dengan kasar.
Hati gue teriris melihat anak kecil yang berdarah-darah sambil menangis ditengah kerumunan orang banyak, mencari orang tuanya yang nggak tau lagi dimana.
Hati gue teriris ketika melihat anak kecil tertawa karena sesederhana melihat ada kamera yang sedang memotretnya.
Dan hal-hal lain yang selalu bikin gue semakin bersyukur dengan limpahan rahmat yang nggak pernah berhenti gue dapetin dari Allah swt.
Namun, sedihnya lagi, ketika gue lupa di hari setelahnya tentang keadaan Palestina. Gue lupa kalo kemaren gue sempet kena bad mood karena saking larutnya dengan apa yang gue lihat Internet tentang Palestina. Gue kembali menjalani hari-hari seperti biasa, padahal kemarennya gue bertekad untuk terus melantunkan doa untuk saudara-saudara disana, karena nggak ada hal lain yang bisa gue berikan selain doa.
Tapi, buktinya....
Gue lupa.
Gue menolak ingat.
Karena merasa kalo gue sama sekali nggak ada kewajiban untuk speak up persoalan ini.
Well, let's say gue adalah salah satu dari kesekian generasi milenial yang ngertinya cuma nge-tweet doang, yang ngertinya cuma update sosmed aja, yang maunya dikasih tutorial terus, yang ngertinya update-an terbaru dari Entertainment, yang hafal banget sama hal yang lagi viral itu apa, serta hal-hal nggak jelas lain. Tanpa pernah mau peduli dengan hal-hal kritis yang sedang terjadi di dunia.
Terus kalo gue gini terus, mau diapakan Indonesia kedepannya?
Balik lagi pada masalah Palestina. Kenapa gue seperti berusaha menghindari untuk tau mengenai berita terbaru Palestina, padahal setiap hari ada aja yang terjadi disana. Kenapa seakan-akan itu bukanlah hal penting yang perlu gue speak up biar banyak yang ngedoain Palestina.
Dan hari ini, sepertinya gue mulai aware. Apa yang gue lakuin selama ini itu salah. Gue perlu meningkatkan responsible gue terhadap apa yang sedang terjadi. Karena ya, dunia nggak hanya berputar untuk kita aja, jadi gue ngerasa wajib untuk respect sama sesama muslim disana.
Berita terbaru yang gue baca dari Palestina adalah Pemerintah Prancis membuka lapangan pekerjaan bagi para wanita disana. Yaitu, berupa kebun stroberi dan itu cukup membantu para pengangguran yang udah nggak punya kerjaan lagi. Fotonya ada diatas, fyi aja.
Sekarang gue ngerasa buka portal berita tentang Palestina adalah suatu kewajiban. Kalau kita nggak mau mendatangi apa yang kita mau dan maunya disuapin terus, gimana zaman nggak menggerus kita coba? Jadi, biar waktu lebih faedah, daripada terus menerus mantelengin sesuatu yang nggak penting mending buka hal yang bisa nambah wawasan kita. Ya nggak? Mungkin sulit di awal, dan bakal terus muncul pemikiran,
"Elah, masih juga 17 tahun, baru juga mau masuk kuliah, ngapain sih ngurusin masalah ginian? Ngapain ngurusin persoalan yang udah banyak orang peduli?"
tapi, dengan pemikiran itu yang nge push diri gue dan bisa jadi lebih kritis sekarang.
Segala hal yang nggak enak diawal, kalo dibiasain bakalan jadi ringan. Sumpah, asli deh ini nggak pake kw-kw an.
Jadi, point gue menulis ini adalah untuk menyadarkan diri gue pribadi untuk lebih open minded dengan apa yang sedang terjadi.
Hal yang sedang dan masih terjadi di Palestina membuat gue terus menerus mengucap syukur yang nggak terkira untuk Allah swt. At least, hidup gue selalu cukup, nggak harus mikir harus makan apa gue besok, harus tidur dimana malam ini, apa yang harus dipakai di badan, dan hal-hal sederhana lain yang mungkin nggak dirasakan sama sekali oleh Palestina. Mungkin sekarang, memang yang bisa gue lakukan hanyalah mengirim doa untuk mereka, tapi gue berikrar ketika nanti duit gue udah banyak, gue udah jadi orang sukses, gue udah bisa bahagiain orang tua dan saudara gue, maka hal yang ingin sekali gue lakukan adalah mengirim bantuan apapun yang bisa gue berikan untuk Palestina.
Melihat kalo gue menuliskan janji gue di lapak ini, it means, gue nggak akan main-main dengan itu. Maka, gue akan dengan segera menjemput kesuksesan itu dan segera berbagi dengan orang-orang yang butuh.
Cita-cita gue nggak banyak kok.
Cukup jadi orang sukses yang berguna bagi banyak orang dan bisa melakukan hal baik selama gue mampu. Gue hanya ingin berbagi tanpa harus mengharap imbalan apapun, karena udah ada Allah yang akan membalasnya kelak di hari akhir. Tugas gue didunia hanya melakukan kebaikan yang nantinya bakal jadi amal jariyah waktu gue udah meninggal, dan gue sedang terus menerus berusaha untuk itu.
Gue doakan untuk siapapun yang membaca tulisan ini, semoga kalian diberi kesehatan selalu ya, semoga keberkahan selalu menyertai kalian. Aamiin.
Jangan lupa, untuk selalu menyelipkan doa buat Palestina.
Daaaahh!
Komentar
Posting Komentar