Langsung ke konten utama

Unggulan

Hi, I'm Back!

Pic cr. to pinterest Wah... it's been a while. Lagi-lagi, di tahun ini belum bisa menepati janji kepada diri sendiri untuk menulis dengan lebih konsisten. But anyway, dalam rentang waktu beberapa bulan kebelakang banyak hal yang terjadi dalam hidup aku, yang membuatku nggak pernah berhenti melangitkan syukur karena menyadari betapa baiknya Allah SWT kepadaku. Sore ini, aku sedang duduk di kamar kosan, setelah hampir seharian berkutat dengan pekerjaan baruku di kantor, di hari weekend,  dan aku merasa perlu untuk membagikan segala hal yang sedang memenuhi pikiranku. Iya, akhirnya setelah beberapa bulan aku beristirahat dari hiruk pikuk pekerjaan, kini aku kembali menjadi karyawan di salah satu perusahaan yang nggak pernah aku sangka akan menjadi tempat perjalanan karierku berikutnya. Terdengar mustahil pada awalnya, tetapi begitu lah adanya. Yang terlihat mustahil di mata manusia, nggak pernah mustahil untuk Allah SWT. Aku pun merasakan segala kasih sayang Allah padaku sampai hari i...

Cita-Cita (1/tidak terkira)

Katakanlah, ini adalah tulisan terakhir gue sebelum nantinya hectic sama kegiatan di semester akhir bangku sma ini. 

Gue nggak tau kapan bakal bisa buka lapak blog, lagi. Bener-bener susah buat bagi waktu antara belajar dan kewajiban gue yang lainnya. 

Sekolah, bimbel, sekolah, bimbel. Gue yakin bakal kayak gitu terus siklusnya sampe 3 bulan kedepan. 

Malem ini gue lagi mau ngomongin tentang cita-cita. 

Yang gue tau nih, dari dulu society kita selalu menganggap kalau cita-cita itu fardu 'ain dimiliki generasi muda. Dari kecil anak udah didoktrin buat mempunyai cita-cita atau impian yang bakal membuat dia sukses bahagia dengan pilihannya. 

Begitu juga dengan gue.

Dari kecil, cita-cita gue banyak banget. 

Mulai dari dosen biologi, desainer, dokter, penulis, artis, dan beberapa hal yang pengen banget gue lakuin ketika udah "dewasa" nanti. 

Dan sekarang. Gue udah ada di titik ini. Titik dimana gue akan menuju impian yang udah gue inginkan sedari dulu. Segalanya terasa semakin dekat, sedekat jarak mata gue melihat kenyataan yang udah ada didepan. 

Gue terus menerus didorong oleh keadaan sekitar. Gue nggak diizinkan untuk berhenti buat ambil napas sejenak. Gue juga butuh bernapas, dan berpikir mau dibawa kemana cita-cita gue?

Sedihnya, adalah ketika orang-orang nggak pernah mau tau perjuangan apa yang harus gue hadapin dan malah judge kehidupan gue dengan bilang, "lo harus matang dengan pilihan lo, kalo enggak, kelar." Which is, gue ngerasa bener-bener capek dengan omongan orang lain yang kali ini gue ngerasa kalah. Karena, selamanya gue nggak bisa terus menulikan telinga terhadap perkataan orang lain. 

Gue capek.

Gue butuh istirahat.

Tapi, gue nggak boleh capek.

Tapi, gue nggak boleh istirahat.

Sama dengan ketika kita ngerasa capek dan harus tidur, tapi deep inside otak lo bilang, "mau dikemanain cita-cita kalo lo nya tidur disaat orang lain mati-matian buat impiannya?".

Gue bersama 300 sekian anak disekolah bareng-bareng mencapai tujuan yang tinggal dikit lagi bakal kita capai. Nggak sampai 90 hari lagi kita harus ngehabisin waktu buat berjuang demi sesuatu yang kita namain cita-cita tadi. 

Tapi, ternyata beban pikiran itu lebih berat dari suatu apapun. Ketika gue akan berangkat tidur, di bawah alam bawah sadarpun apa yang ada di pikiran adalah mengenai masa depan gue. 

Akan jadi apa gue nanti?

Apakah gue berhasil jadi orang sukses yang diharapkan orang tua gue? 

Apakah gue akan mampu melewati semua fase ini sampe saatnya selesai nanti?

Apakah gue benar-benar akan menjadi seorang calon dokter di tahun 2019 ini? 

Well said, gue nggak menemukan jawabannya. 

Nggak.

Gue hanya belum menemukan jawabannya. 

Nggak tau kapan. 

Yang pasti, gue sedang berada di fase berat beban pikiran yang bikin gue nangis dengan sendirinya kayak sekarang. 

Liat deadline yang banyak dan belum ada yang gue selesaikan, rasanya seperti kepala gue ada yang menekan saking banyaknya pikiran. 

Intinya, tulisan ini hanya akan berisi curhatan singkat gue mengenai cita-cita yang untuk sekarang belum terlihat sama sekali dalam pandangan hidup gue. 

Cita-cita, lo tuh apa sebenernya?

Komentar

Postingan Populer