Langsung ke konten utama

Unggulan

Hi, I'm Back!

Pic cr. to pinterest Wah... it's been a while. Lagi-lagi, di tahun ini belum bisa menepati janji kepada diri sendiri untuk menulis dengan lebih konsisten. But anyway, dalam rentang waktu beberapa bulan kebelakang banyak hal yang terjadi dalam hidup aku, yang membuatku nggak pernah berhenti melangitkan syukur karena menyadari betapa baiknya Allah SWT kepadaku. Sore ini, aku sedang duduk di kamar kosan, setelah hampir seharian berkutat dengan pekerjaan baruku di kantor, di hari weekend,  dan aku merasa perlu untuk membagikan segala hal yang sedang memenuhi pikiranku. Iya, akhirnya setelah beberapa bulan aku beristirahat dari hiruk pikuk pekerjaan, kini aku kembali menjadi karyawan di salah satu perusahaan yang nggak pernah aku sangka akan menjadi tempat perjalanan karierku berikutnya. Terdengar mustahil pada awalnya, tetapi begitu lah adanya. Yang terlihat mustahil di mata manusia, nggak pernah mustahil untuk Allah SWT. Aku pun merasakan segala kasih sayang Allah padaku sampai hari i...

Permainan Manusia

Halloooooo!

Ah, akhirnya liburan ini otak gue semangat diajakin nulis terus huhuhu *snif. Padahal, masih banyak request dari temen-temen buat konsep tulisan selanjutnya dan semua masih mengendap jadi draft. Tapi tenang aja, gue bakal secepatnya menggarap itu kok hehehe wait ya! 

***

Beberapa hari ini gue bersyukur karena sedikit banyak gue punya kegiatan jalan-jalan sama keluarga. Abi kebetulan udah mulai libur kerja dan long weekend ini juga bikin kakak gue libur kuliahnya. Which means, langsung diiyakan begitu ngajak jalan-jalan. Tapi, justru ketika gue memperbanyak aktivitas di luar malah ada hal lain yang datang gangguin gue. Disturbing parah.

Pernah nggak sih lo kesulitan menerjemahkan bahasa yang ditulis orang lain?

Gue nggak tau apakah dari sudut pandang laki-laki confess adalah suatu hal yang wajar sekali sampai mereka nggak sadar akibat yang timbul sehabis mereka ngelakuin itu. Mereka dengan semudah itu bilang "sayang", atau "cinta", yang bahkan sampek sekarang gue masih geli kalo harus nulis begituan. Jujur, gue geli parah. 

Tapi, setelah bilang gitu si para cowok itu dengan santainya bilang, "nggak usah dipahami, nggak ada yang perlu dijelasin". Like, what the hell are you? Seringkali gue dapet curhat dari temen cewek yang galau gara-gara mendapat perlakuan kayak gitu dari cowok. Gue cuma bisa ketawa dan nggak ngerti mesti ngasih saran gimana. Karena naturalnya cowok adalah pake logika bukan perasaan, mangkannya kita sebagai kaum cewek harus siap sedia sama hal seperti itu. 

Itu kenapa gue bilang ini adalah permainan manusia. 

Cewek sama cowok diciptakan untuk nantinya saling berpasangan. Dan seperti halnya ditulisan sebelumnya gue membahas maut udah jadi rahasia Allah SWT, sama halnya dengan jodoh, we never know who are him/her. Dan kenapa relationship masa akhir SMA kayak gue sekarang justru terlihat seperti permainan bagi gue. Mereka cuma datang untuk kasih kebahagiaan hari itu aja, tanpa bisa menjamin apakah besok perlakuan yang sama akan diberikan "lagi"? End up, galau akhirnya, dan itu udah jadi penyakit kekal buat para remaja labil kayak kita.

Ada juga yang munafik bilang nggak mau lebih dari temen gara-gara takut jadi musuh kalo confess sama temen sendiri. Like why? Itu tuh menurut gue hanya sebagai excuse aja yang ngebuat banyak bibit-bibit tukang php disekitar kita. Kenapa sih bagi para kaum cowok itu suatu hal yang lazim, padahal menurut gue itu nggak sehat? Kenapa gue juga tetep nggak pernah bisa paham sama jalan pemikiran laki-laki? Apakah ini emang udah sesuai sama porsinya?

Gue nggak tau kenapa permainan manusia bisa secomplicated ini. 

Point gue menulis ini adalah hanya ingin menyampaikan pesan buat para kaum cowok. Kalian nggak pernah tau berapa malam yang dilalui cewek buat melupakan semua excuse yang kalian lakuin pake sesuatu yang kalian namain logika tadi. Kalian nggak pernah tau sebingung apa cewek sama alur bahasa manis yang kalian buat berbingkai hal yang namanya "romantisasi". Kalian nggak pernah tau seberapa kepikirannya cewek sama perlakuan yang kalian anggap biasa aja, tapi berhasil bikin kita termenung sendirian mikirin itu semua. 

"Ah cewek selalu meromantisasi keadaan."

Padahal kalian nggak sadar, kalau semua itu dimulai dari perlakuan kalian yang terlampau bikin kita seakan jadi pihak bersalah. Dan kalian merasa jadi victim atau korbannya. Excuse me, kalo emang cewek yang meromantisasi keadaan, terus kenapa kalian gengsi banget buat ngelakuin hal yang sama? Mau bilang karena perbedaan gender? Panjang urusan kalo gue bahas semua disini, bos. 

"Ah, cewek mah baperan." 

Kalo gue balik disini, siapa manusia yang nggak pernah ngerasain deg-degan sama gebetan sendiri? Sini bilang sama gue, dan ayo kita tanding siapa yang bakal lebih cepet baper. Cowok atau cewek. 

Apakah gue harus mencantumkan hasil survei mengenai tingkat siapa yang lebih cepat jatuh cinta, cowok atau cewek?

Sure⤵check this link if you don't believe me.

https://www.google.com/amp/s/www.popbela.com/relationship/dating/amp/johanna-elizabeth/pria-lebih-cepat-jatuh-cinta

Silahkan saudara-saudaraku, simpulkan!

Okay, gue nggak akan menyalahkan siapapun disini. Gue hanya menyampaikan fakta yang seringkali terjadi di lapangan. Literally, karena gue ingin memahamkan diri gue pribadi tentang permainan manusia.

Yes, lagi-lagi permainan manusia bikin gue speechless. 

Permainan manusia, sebenernya siapa sih yang memulai?

18:45 WIB.

Komentar

Postingan Populer