Oke jadi gue akan membahas beberapa hal tentang, lagi-lagi, social media yang sering jadi kambing hitam dalam permasalahan sehari-hari.
Gambar diatas gue dapat dari screen capture orang disalah satu media sosial, dan sebenernya udah lama gue ingin membahas ini, tapi lagi-lagi gue baru inget sekarang.
Lama sekali gue termenung membaca tulisan di gambar itu, saking lamanya sampai gue harus membaca berulang kali mengenai keanehan yang nggak ada habisnya dilakuin sama orang-orang yang nggak pernah think before action.
Gue mau nyinyir dulu nih sebelum kupas habis path dari mbak-mbak diatas.
Pertama, apakah mbak ini dulunya nggak lahir dari rahim seorang ibu?
Kedua, mungkin mbak ini lahirnya dari telor menetas?
Ketiga, kenapa sih semua hal yang terjadi di hidup kita harus melulu di speak up di media sosial?
Keempat, dimana letak hati mbak itu ketika dengan beraninya nulis path kayak gitu?
Kelima, gue nggak paham juga dengan komentar orang dibawahnya, mbak-mbak juga, yang bahkan seakan ngomporin atau memberikan pembenaran dari updatean path si mbak sebelumnya.
Okelah, gue agaknya memahami akibat kekesalan mbak ini perihal harusnya si ibu hamil ini yang nggak bisa seenaknya minta tempat duduk dari orang yang udah duduk sebelumnya di kereta itu. Like, enak banget sih kita udah duluan duduk dan tiba-tiba ada orang yang menyerobot bilang minta tempat duduk yang udah kita dudukin itu. Bener kok, mungkin gue juga akan merasakan kesal yang sama seperti mbaknya. Tapi gue pribadi kalau misalnya ada di posisi yang sama dengan mbak itu, gue nggak akan segan kok untuk memberikan tempat duduk gue. Karena disini gue merasa kalau ibu itu lebih punya hak untuk duduk. Beliau sedang dalam kondisi "hamil" yang mungkin hal itu menghambat beliau untuk bisa datang lebih awal di stasiun. Sesederhana begitu aja gue mikirnya.
Dan lagi, kita hidup di dunia juga berdampingan dengan manusia yang lain. Selama kita bisa berbuat baik pada orang lain, dan itu nggak kita lakuin setiap hari, harusnya kita aware dong, apalagi posisi ibu ini lagi hamil. Sekali lagi. Lagi. Hamil.
Bayangin aja, lo punya ibu yang lagi hamil, dan beliau diejek-ejek di medsos dengan cara seperti di atas, gimana perasaan lo?
Gue rasa marah aja nggak cukup buat mendeskripsikan betapa kesalnya kita dengan perlakuan itu.
Memang harusnya semua hal yang kita lakuin di dunia itu butuh label baik supaya nggak banyak orang tersinggung. But, again, gue nggak paham juga sama perlakuan mbak itu yang seenak jidat nulis tanpa mikirin akibat yang akan ditimbulkan.
Mungkin banyak yang pro-cons dengan tulisan gue ini, tapi ya... ambil baiknya, buang buruknya aja.
Intinya, kita harus bisa melihat social media dari kaca mata yang berbeda. Banyak hal positif yang bisa kita dapatkan kalau menilik lebih jauh eksistensi dari social media. Tapi, sedihnya, sekarang medsos jadi banting setir menjadi hal pertama yang ditempatkan untuk menggunjing orang lain, untuk pamer kepada orang lain, untuk nyinyirin orang lain, untuk membodoh-bodohkan orang lain, dan lain-lainnya yang mungkin nggak bisa gue sebut semua di sini.
Apakah iya emang tujuan utama medsos dibuat adalah untuk itu?
Poin gue menulis ini sebenarnya sederhana. Jangan jadikan medsos sebagai ladang curhat dengan omongan kasar nggak beradab yang bisanya cuma bikin kontra aja. Mending lo nyiptain lapak sendiri khusus nyinyiers yang nggak bisa menempatkan diri dengan baik di kehidupan sosial. Dah, segitu aja.
Please, damai ya.
Menurit aku, ibu hamilnya tidak perlu melakukan apa apa lagi (spt datang lebih pagi dll) karena gimanapun juga penyandang disabilitas, ibu hamil, dan lansia adalah orang yang diprioritaskan untuk duduk. Apalagi kalau sudah ada kursi prioritas yg merupakan fasilitas dari PT. KAI ataupun KRL
BalasHapusEva juga meminta penumpang yang tak berhak untuk berempati. Bahkan bukan kursi prioritas pun sebaiknya merelakan kursinya apabila melihat ada orang yang berkebutuhan khusus.
BalasHapus"Kami juga berharap penumpang dapat lebih berempati kepada penumpang lainnya apabila sedang duduk di kursi reguler atau kursi yang bukan prioritas tetap mau memberikan kursinya jika ada penumpang lain yang memiliki kebutuhan khusus," tutur Eva.
https://m.detik.com/news/berita/3820576/kursi-prioritas-krl-dan-peruntukannya
Sampe browsing wkwk soalnya nggak setuju sama postingan mbak mbak yg di path ituu
BalasHapus