Hallooo :)
Apa kabar? Semoga kalian sehat selalu yaa!
Jadi pembahasan yang akan gue angkat pada segmen tulisan ini, sebenernya udah lama banget pengen gue jadikan sebuah tulisan. Tapi lupa terus, hehe.
Kebetulan banget, banyak kejadian disekitar yang mengingatkan gue untuk segera entri baru dalam blog. Dan ya, here i am. Mau share ke kalian tentang orang-orang.
Di acara entertainment, atau akrabnya acara gosip, nggak ada sehari tanpa pemberitaan masalah yang ada di dunia hiburan. Entah si A cerai dengan si B, atau si C yang terlibat penipuan oleh si D, atau si E tengkar sama ibunya, atau masalah pelik lain yang diliput oleh media dan jadi konsumsi wajib bagi publik.
Di acara headline news tentang dunia politik, juga nggak ada seharipun terlewatkan tanpa suatu masalah. Perang pemilu 2019 lah, kasus korupsi oleh inilah itulah, penyuapan oleh si ini atau si itu, dan hal lainnya yang akrab ditelinga kita.
Di lingkungan sekitar kita, nggak ada sehari juga tanpa membicarakan masalah yang lagi booming. Dan parahnya, yang lagi sibuk diomongkan adalah masalah orang lain. Yang nggak pantas untuk kita bicarakan. "Si ini pacaran sama si itu, ternyata nyari duitnya doang ih!", "Kemaren ada gosip baru nih dari si Fulan, katanya bla bla bla.". Gue nggak akan munafik, karena diri gue sendiripun juga sering melakukan hal itu. #krisisgenerasimuda
Kita tau, setiap orang punya masalah.
Semua. Punya. Masalah.
Tak terkecuali gue.
Tinggal diri kita sendiri yang pintar untuk menutupi. Yang pintar untuk memalsukan. Yang pintar untuk menipu orang lain.
Ketika kita sedang sibuk membicarakan masalah orang lain, kita nggak tau tentang masalah kita sendiri yang juga butuh untuk diselesaikan. Kita sibuk mencibir orang lain karena masalah peliknya, padahal kita nggak tau, ketika diri kita tanpa masalah bukan berarti dunia sedang baik-baik aja, mengutip dari Paul Partohaps.
"Allah akan menguji keadaan seseorang, sesuai dengan batas kemampuannya."
Jangan pernah lupain kalimat itu.
Jadi, ketika kalian sedang dirundung masalah, and you said, "Ah gue nggak sanggup sumpah,". That's bullshit, you know. Kalian aja yang nggak mencoba untuk mencari tau solusi dari masalah yang lagi dihadapin. Kalian sibuk mengeluh dan terus diam ditempat, nggak ada progress yang dilakuin ya jelas, yang kayak gitu adalah kategori coward versi gue.
"Lo nggak tau seberat apa masalah gue, jadi lo gampang ngomong kayak gitu"
See? Pernah kan digituin sama orang?
Gue juga sering kok.
Let me explain to you all.
Setiap orang punya fase hidup masing-masing. Dan semua sudah ditempatkan sesuai porsi yang tepat oleh Allah. Begitu juga dengan masalah, ketika lo diberi suatu masalah, seberat apapun, pasti lo akan dituntun untuk menemukan solusinya.
Jadi, buat yang sering bilang kalimat diatas yang gue beri tanda petik, sadarilah. Dengan kalian berbicara seperti itu, malah membuat orang lain nggak respect lagi ke kalian, dan jangan salahkan keadaan 'lagi' kalo nggak akan ada yang ngebantuin untuk cari jalan keluar.
So, guys. Don't be upset, don't be confused. Allah is always with us.
Jangan pernah menyalahkan keadaan, sepelik apapun.
Mungkin nggak sekarang kita menyadari betapa banyak hikmah yang didapat dari setiap hal. Mungkin nanti, nantinya lagi, atau nanti-nantinya lagi dan kita akan mengatakan, "Ohh jadi ini....."
Kita makhluk sosial. Nggak hidup sendirian di dunia ini. Jadi jangan pernah ngerasa sendirian dan ayo kita berteman!
Gue juga nggak tau poin gue menulis adalah apa, yang pastinya gue hanya ingin menekankan ke kalian. Jangan sampai kita stress dengan masalah sendiri, dan end up dengan jadi anak ansos yang nggak mau bergaul dengan siapapun. Jangan. Jangan sampai.
Jangan berlarut-larut dalam bersedih.
Jangan sia-siain waktu emas kalian dengan terus menyalahkan keadaan.
Wake up!
Banyak hal yang bisa kita lakuin buat bangsa ini!
Semangaat semuanyaa!
Kalian nggak sendirian :)
Ciao,
haza.
Malang, 30 Oktober 2018.
19:57 WIB.
Komentar
Posting Komentar